Kalayangan Dandang


Kalayangan dandang ni kalayangan yang ganal banar dan ditambah bagian khusus yang bisa mengaluarakan bunyi pas tarabang.

Urang wayahini banyak yang kada katuju dan mau haja kada tahu lawan kalayangan dandang, padahal  ini adalah salah satu warisan budaya dari urang tutuha kita. Kalayangan yang ganal lawan pulang bisa babunyi, karena bunyi nya inilah biasanya yang maulah urang katuju. Biasanya kada hagan baramian haja kalayangan dandang ini, biasanya ini dilombaakan, babaikan bunyi, balawasan tarabang dll. Kalo di Hulu Sungai Selatan, urang yang katuju lawan kalayangan dandang ini banyak di daerah kecamatan sungai raya dan kecamatan simpur, makanya rancak di situ tu diadakan lomba kalayangan dandang

————————————–

Layang-Layang Dandang merupakan layang-layang yang besar dan ditambah dengan bagian khusus yang bbisa mengeluarkan suara ketika terbang.

Orang sekarang banyak tidak suka dan bahkan mungkin tidak tahu dengan layang-layang dandang, padahal ini adalah salah satu

Dari Bambu yang dibuat lubang inilah yang dapat mengeluarkan bunyi seperti suara kumbang yang nyaring hingga bisa didengar lebih dari 1 kilometer..disebut juga dengan nama "kukumbangan"

Dari Bambu yang dibuat lubang inilah yang dapat mengeluarkan bunyi seperti suara kumbang yang nyaring hingga bisa didengar lebih dari 1 kilometer..disebut juga dengan nama "kukumbangan"

warisan budaya nenek moyang kita. Layang-layang yang besar dan bisa  bersuara karena suara nya inilah biasanya yang membuat orang suka. Biasanya bukan sekedar untuk hiburan, biasanya layang-layang dandang ini diperlombakan siapa yang paling baik suaranya, yang paling lama terbangnya dll. Kalau di Hulu Sungai Selatan, orang yang suka dengan layang-layang dandang ini banyak di daerah kecamatan sungai raya dan simpur, sehingga sering di daerah sana diadakan lomba layang-layang dandang.

Sebenarnya Kata dandang, diambil dari sebutan alat memasak nasi di daerah Kalimantan Selatan berupa sejenis panci. Zaman dulu, di beberapa daerah layang-layang dimainkan untuk mengusir burung di sawah. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka dari bambu dan diikat dengan serat rotan.  Untuk Festival Di selenggarakan pada setiap tahun dan pada Musim Kemarau atau lebih tepatnya sehabis panen padi.

Untuk Lebar dandang 4m dan tinggi 12m termasuk buntut dandang, menaikan dandang harus Lebih dari 1 oarang minimal 5 orang.

Tentang aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq Tampilkan semua tulisan oleh aviv

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.