Dalam beberapa hari ini rada sedikit bimbang antara mau ngasih sumbangan ke pengemis yang rutin datang ke kantor, atau tidak ngasih. Karena kadang-kadang kalo dilihat secara fisik masih sangat memungkinkan untuk tetap bekerja. Jadi sepertinya pengemis itu bukan sesuatu yang terpaksa dia jalani namun menjadi alternatif usaha yang mudah dan tanpa modal serta resiko.
Memang kalo dalam hukum Islam sebenarnya dilarang menjadi pengemis, itu secara hukum. Namun kalo dilihat secara sosial dan rasa kemanusiaan akhirnya kita yang diminta akan mengeluarkan uang dan memberikannya. Dan akan banyak orang yang berpegang dengan rasa iba ini, sehingga tidak usah bingung kalau penghasilan seorang pengemis bisa melebihi seorang PNS. MUngkin karena masih kuatnya rasa iba dan kemanusiaan masyaakat kita, akhirnya semakin menggiurkanlah menjadi seorang Pengemis. Hal ini ditambah pula dengan kondisi masyarakat yang suka dengan istant dan pragmatis (mencapai hasil dengan cepat, mudah dan minim usaha), serta kondisi mencari pekerjaan yang sulit dan dukungan modal yang minim, semuanya semakin mengarahkan kalao Pengemis menjadi pilihan tepat.
Kalo kita semua rada tega dikit, dalam artian tidak ngasih pengemis, dan semua orang melakukannya dengan penuh kesadaran demi kebaikan si pengemis tersebut, apalagi kalo bisa diberikan alternatif pekerjaan, Alhamdulillah kalo bisa sekalian modal maka itu akan menjadi tambah luar biasa, InsyaAllah para pengemis akan semakin berkurang. . . . Ini andai, kenyataannya hari demi hari pengemis semakin menjamur, semakin kota besar semakin banyak pengemis.
Saya rasa ini menjadi tantangan kita bersama selaku masyarakat khususnya Pemerintah, Lembaga Zakat, Yayasan Sosial, LSM, Pengusaha, Dermawan dan seluruh Komponen untuk bisa memberikan solusi jangka panjang dan fundamental, bukan sekedar melarang pengemis namun mecarikan alternatif jalan keluarnya
Ada kisah luar biasa dari Rasulullah SAW tentang pengemis ini :
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau . Rasulullah saw bertanya , “ Adakah sesuatu di rumahmu ?” “ Ada , ya Rasulullah !” jawabnya , “ Saya mempunyai sehelai kain tebal , yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur . Selain itu saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum .”
“ Bawalah kemari kedua barang itu ,” sambung Rasulullah saw. Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah . Setelah barang diterima , Rasulullah saw segera melelangnya ……. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut , seraya berkata , “ Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi ke sini .” Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak . Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu , lantas berkata , “ Pergilah mencari kayu bakar , lalu hasilnya kamu jual di pasar , dan jangan menemui aku sampai dua pekan .”
Akhirnya ….. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan ia berhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan dan pakaian . Mendengar penuturan lelaki Anshar itu , Rasulullah bersabda , “ Pekerjaanmu ini lebih baik bagimu daripada kamu datang sebagai pengemis , yang akan membuat cacat di wajahmu kelak pada hari kiamat .”
Like this:
Be the first to like this post.
Tentang aviv
Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq
Lihat semua yang ditulis oleh aviv