Bila kita naik anggkutan umum antar kota dalam provinsi Kalimantan Selatan, maka kita akan menemui jenis angkutan nya adalah Colt L300. Jenis kendaraan yang sudah sangat jarang digunakan di Pulau Jawa sebagai angkutan dalam provinsi. Ada beberapa fenomena yang layak kita nikmti ketika kita melangsungkan perjalanan dengan menggunakan angkutan ini, salah satunya adalah tempat persinggahan angkutan untuk istirahat, makan dan minum, WARUNG.
Kadang-kadang ada yang suka kalau kita berhenti di warung, namun ada juga yang kesel kalau berhenti / singgah, karena pengen cepat sampai ke tujuan. Banjarmasin sebagai ibukota provinsi menjadi pusat tujuan dari masyarakat di daerah Pahuluan (Kab. Tapin, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Balangan dan Kab. Tabalong). Kalo lagi berhenti maka sopir dan penumpng bisa istirahat, ke wc, makan, minum dll.
Ada banyak alternatif tempat persinggahan dalam perjalanan Banjarmasin – Pahuluan yang biasanya menjadi tempat favorit bagi Colt L 300. Kalau kita runut dari Banjarmasin – Pahuluan maka antara lain sebagai berikut : *Gambut, Kab. Banjar (sate, nasi itik), *Martapura (Keu Bolu), )*Binuang, Kab. Tapin (warung-warung kue dan aneka makanan), * Pulau Pinang, Kab. Tapin (Dulu menjadi pusat persinggahan angkutan, karena tempat berkumpulnya Rumah Rumah Makan Besar dengan fasilitas yang rada lengkap- WC, Mushalla, warung, toko dll), *Tambarangan, Kab. Tapin (warung warung makan), *Hamalau, Kab. Hulu Sungai Selatan (Warung Katupat kandangan, nasi dan toko2), *Pakumpayan, Kab. Hulu Sungai Selatan (Termasuk daerah yang baru, tapi sekarang sangat rame, karena menyediakan aneka makanan dan kue tradisonal dan jalalan dengan harga murah meriah)

Suasana persinggahan di pakumpayan, rame dan sesak ketika sore. Karena tidak ada tempat parkir khusus, sehingga parkir di tepi jalan, untung ada petugas khusus untuk mengatur parkir


