Terkejut dan takjub juga ketika di pagi-pagi sambil kerja sekaligus online baca epaper nya Banbjarmasin Post, ehh ada berita tentang salah satu Kegiatan HAMMAS di Palestina yaitu Nikah Massal bagi mantan Tahanan Politik yang baru bebas.
Puluhan pasangan pengantin dengan menumpang mobil yang dipenuhi dekorasi bunga, tiba di sebuah hotel di wilayah Barat Kota Gaza, Palestina. Pasangan pengantin itu akan melangsungkan pernikahan massal dalam upacara pernikahan tradisional bernuansa Islami, di mana pria dan wanita akan berada dalam ruangan yang terpisah. Upacara pernikahan massal ini disponsori oleh organisasi Hamas untuk asosiasi urusan tahanan di Kota Gaza. Pernikahan 56 pasangan pengantin ini dilaksanakan setelah mereka dibebaskan dari penjara Israel pada 18 Oktober dalam sebuah kesepakatan bersejarah antara Hamas dan Israel.
Pernikahan massal yang dilakukan oleh mantan tahanan politik (tapol) ini turut dihadiri oleh mantan Perdana Menteri Hamas Ismail Haneya. Mantan PM dari faksi Hamas yang digulingkan itu datang untuk mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru.
“Saya datang ke sini untuk mengucapkan selamat kepada para pahlawan yang telah dibebaskan. Dan saya ingin berbagi kebahagiaan serta sukacita dalam pernikahan yang melambangkan kebebasan dan kemerdekaan ini,” ujar Haneya seperti dikutip People Daily, Kamis, (19/1/2012). Haneya juga mengatakan, upaya pembebasan tahanan Palestina merupakan masalah penting yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Berdasarkan kesepakatan antara Israel dan Palestina yang ditengahi oleh Mesir, Israel setuju untuk membebaskan 1.027 tahanan Palestina. Namun dengan persyaratan Palestina harus membebaskan seorang kopral Israel Gilad Shalit yang ditahan di Gaza sejak Juni 2006 lalu. Kesepakatan itu akan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada tanggal 18 Oktober dan dua bulan berikutnya.
__________________________________
Sebenarnya ini bukan pertama kali HAMMAS melaksanakan Nikah massal, sudah berkali kali dan hampir setiap tahun ada agenda ini, pada tahun 2009 HAMMAS pernah mengorganisir dan merayakan pernikahan massal bagi 550 pasangan di sebelah utara Gaza, serta 100 pasangan lagi di kota Gaza.
Pada tahun 2009 Pejabat media Hamas Iyad Al-Buzum mengatakan bahwa gerakan Islam Hamas akan memberikan sejumlah uang yang tidak ditentukan untuk setiap pasangan, di samping hadiah untuk masing-masing kedua calon pengantin perempuan dan laki-laki. Al-Buzum menambahkan bahwa sumbangan berupa uang yang di berikan kepada para pengantin untuk menghadapi masa-masa sulit karena blokade yang dikenakan pada Gaza. Dia juga mengatakan bahwa pesta pernikahan akan dimulai di lapangan Al-Fakhura, di mana sejumlah warga Palestina terbunuh dalam serangan terakhir Israel diwilayah itu.
“Ini adalah pesan bagi penjajah Zionis Israel, bahwa rakyat Palestina dapat terus bertahan hidup, dan tetap memegang prinsip perlawanan terhadap Zionis,” kata Al-Buzum menegaskan.
Dia menambahkan bahwa perayaan pernikahan akan berlanjut di sebuah panggung yang dipasang di kota Syaikh Zayed dan perdana mentri Hamas – Ismail Haniyah direncanakan akan memberikan kata sambutannya.
Gerakan Islam Hamas telah mengorganisir sebuah pernikahan massal di wilayah At-Tuffah tetangga dari kota Gaza pada awal bulan ini. Diantara pasangan yang menikah pada waktu itu terdapat seorang pengantin pria Muhammad Al-Ay seorang anggota Hamas yang pernah ditahan di penjara Israel selama 17 tahun dan baru dibebaskan.
Juru bicara Hamas – Fawzi Barhoum ikut hadir dalam acara pernikahan massal beserta beberapa pejabat Hamas. Fauzi Barhoum pada acara tersebut menekankan bahwa Hamas akan mengadakan kembali pernikahan massal termasuk di dalamnya untuk pasangan buta pada akhir bulan Juli 2009, dan akan menjadi yang pertama dilaksanakan di Timur Tengah. Pada waktu yang hampir bersamaan (2009) di kamp pengungsian warga Palestina di Syria, Hamas juga menyelenggarakan pernikahan massal dari ratusan pasangan pengungsi Palestina, yang terkendala untuk menikah karena mahalnya biaya pernikahan bagi masyarakat Arab.
_________________
Nikah Massal bagi HAMMAS bukan sekedar agenda biasa, bukan sekedar memberikan pemecahan dan bantuan terhadap masalah yang di hadapi masyarakat, namun secara fundamental ini merupakan proses panjang dari yang namanya eksistensi, survival dan bertahan hidup dalam tekanan, inti semuanya adalah proses panjang pewarisan perlawanan. Pesan singkat untuk yahudi bahwa rakyat palestina akan terus melawan dan akan terus berkembang dan survive sampai akhirnya kemenangan itu datang.


