3 Malam Dengan Shelter (Bivak)

Saya pertama kali menggunakan Bivak pada tahun 2007, walaupun sebenarnya sudah mengenalnya  pada waktu aktif di Pramuka pada saat masih sekolah. Pada tahun 2007 saya camping selama 3 malam, setelah itu setiap tahun saya selalu meyempatkan camping dan hampir setiap kalinya hanya menggunakan bivak, di awal tahun 2012 ini kembali 3 malam bersama bivak.

Bivak adalah tempat perlindungan sementara dari dalam keadaan kritis atau darurat dalam suatu perjalanan atau pengembaraan. Tujuan membuat perlindungan adalah nyaman dalam keadaan darurat untuk melindungi dari faktor alam dan lingkungan.
hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan bivak:
• Usahakan dirikan bivak di daerah yang datar
• Perhatikan arah mata angin
• Bagian yang berlubang pada bivak letakan dalam posisi bersilang dengan arah mata angin
• Jangan mendirikan bivak di daerah yang cekung
• Jangan mendirikan bivak di dekat aliran sungai, tapi harus dekat dengan sumber air.
• Jangan dirikan bivak di dekat pohon yang sudah mati walaupun ia masih berdiri tegak
• Bivak jangan sampai bocor
• Jangan telalu merusak alam sekitar
• Terlindung langsung dari angin
• Bukan berada dilintasan binatang buas

ada beberapa macam bahan pembuatan bivak.Secara garis besar di bagi menjadi 2 yaitu :
1. bivak alam : pohon (pucuk), daun-daun, gua (lubang)
2. bivak moderen (ponco)
jenis-jenis bivak yang dapat dibuat :
1. Bivak standart adalah bivak yang dengan tali diikat dan di rentangkan antara dua pohon pada sisisnya kemudian di atasnya ditaruh parasut.
2. Bivak sisi terbuka yaitu dengan cara meronpakkan batang-batang kayu dan daun-daun pada sisinya yag masih terbuka di atasnya. Daun-daun, ranting-ranting kecil di gunakan agar bivak hangat.

Dalam kamus Bahasa indonesia Bivak adalah  pondok (tempat bermalam) sementara di tengah hutan dsb.

Petunjuk lain :

Jika tampak bahwa mungkin hujan, menggali parit dangkal di sisi belakang tempat tinggal

bivak dari dedaunan

bivak dari dedaunan

bivak Anda dan ke bawah masing-masing sisi untuk memungkinkan air hujan untuk menguras sekitar lokasi kemah Anda.

Seperti dalam semua kegiatan berkemah, yang terbaik adalah lakukan sebagai kerusakan kecil terhadap lingkungan alam di mungkin. Hanya menggunakan jebakan jika mungkin, dan mengembalikan area semaksimal mungkin untuk keadaan aslinya ketika Anda meninggalkan.

Pengalaman saya memang kalo hujan deras terasa sangat mengganggu, kebasahan karena derasnya hujan , banjir, matras basah, tas basah, karena deras dan kencangnya angin.

Saya Berusaha bertahan dalam Bivak dalam derasnya hujan dan angin

Saya Berusaha bertahan dalam Bivak dalam derasnya hujan dan angin

Berusaha meninggikan bagian tengah bivak / ponco sehingga air mengalir dan tidak menggenang di tengah bivak

Berusaha meninggikan bagian tengah bivak / ponco sehingga air mengalir dan tidak menggenang di tengah bivak

Dari dalam Bivak

Dari dalam Bivak

 

 

Tentang aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq Lihat semua yang ditulis oleh aviv

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.