Bukit Pamaton berada di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar dekat dengan Tahura Sultan Adam. Bukit Pamaton memliki nilai sejarah dan budaya bagi oarng banjar. Baru-baru ini diresmikan Prasasti Bukit Pamaton sebagai langkah membudayakan tradisi tulis dalam khasanah budaya Banjar.
Banyak catatan sejarah Banjar yang hilang ditelan zaman karena minimnya catatan dan hanya mengandalkan cerita lisan. Dengan adanya prasasti ini diharapkan puluhan bahkan ratusan tahun kedepan anak cucu kita masih bisa membaca dan mengetahui catatan sejarah melalui prasasti-prasasti yang dibangun.
Pamaton berasal dari kata ‘pamuatan’ dalam bahasa banjar yang artinya tempat memuat penumpang/barang karena gunung tersebut diibaratkan sebagai tempat berlabuh. Memang kebanyakan penamaan tempat di Kal Sel berasal dari kosakata atau hal-hal yang berhubungan dengan sungai dan laut. Gunung Pamaton dianggap gunung yang keramat bagi suku banjar, karena dikatakan bahwa diatas sana ada tempat bekas pertapaan pangeran suryanata, ada dua lokasi yang terlihat oleh saya. Kalo saya sih tidak terlalu mempermasalhkan ini apakah mistik atau tidak, yang penting bagi kita tidak melanggar aqidah agama Islam. Bahkan saya shalat subuh jama’ah di puncak pamaton dekat situs pertapaan itu.
Di atas puncak pamaton juga terdapat repeater orari YB7ZGP, 146.76 MHz -600 KHz offset. Repeater berada di Puncak Gunung Pamaton (ketinggian 315 meter dari permukaan laut), 55km sebelah timur Banjarmasin), Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Repeater Gunung Pamaton didirikan tanggal 10 Mei 2007 oleh rekan amatir Orari Lokal Banjarbaru dan Orari Lokal Banjar.





