Catatan Sang Demonstran

Sekarang di kota-kota besar, khususnya Jakarta hampir setiap hari selalu ada yang namanya demonstrasi. Cara penyampaian pendapat yang terlihat efektif dalam mencapai tujuan, dan membuat opini publik.   

Demonstrasi (dlm kamus Bhs Indonesia) ada dua makna, Pertama, pernyataan protes yang dikemukakan secara masal atau unjuk rasa. Kedua, peragaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau kelompok, misalnya demo masak, mendemonstrasikan pencak silat dll.

Saya pertama kali terjun dalam demonstrasi ketika awal-awal menjadi mahasiswa di Malang, dan di saat itu pulalah pertama kalinya saya mengenal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), yang akhirnya membawa saya kepada dunia demo mahasiswa di malang pada tahun 2001-2004. Pada saat itu saya masih ospek (pesmaba di UMM) tahun 2000, lantas diajak teman ikut demo untuk memperjuangkan perda anti maksiat di gedung DPRD Kota Malang.

Demonstrasi merupakan bentuk ekspresi berpendapat. Unjuk rasa melalui demonstrasi adalah hak warga negara. Tetapi, inilah hak yang bisa mengerikan, karena umumnya demonstrasi yang melibatkan ribuan orang berlangsung dengan barbar. Demonstrasi bukan berarti kekacauan !!! Demo merupakan hak msyarakat dalam kebebasan mereka berpendapat walaupun tentunya dengan tidak boleh melanggar hak orang lain

Demonstrasi dapat bernilai positif, dapat juga bernilai negatif. Ini artinya apa? Ketika Demonstrasi itu menjunjung tinggi demokrasi, maka dipandang sebagai hal positip dan mempunyai nilai di mata masyarakat. Namun ketika Demonstrasi mengabaikan demokrasi maka dipandangan masyarakat sebagai hal yang tercela/negatif.  Demonstrasi adalah satu di antara sekian banyak cara menyampaikan pikiran atau pendapat. Sebagai cara, kegiatan itu perlu selalu dijaga dan dipelihara agar hal ini tidak berubah menjadi tujuan. Menjadi tugas dan kewajiban kita untuk mengingatkan bahwa demonstrasi akan diakhiri ketika pandangan dan pendapat itu telah disampaikan,

Dari lewat demonstrasi pertama saya di malang, akhirnya saya mengenal KAMMI dan semenjak ikut pengkaderannya (DM 1 ) pada bulan oktober 2000 keaktifannya saya terus dan menjadi anggota aktif dan pengurus. Mulai dari anggota (200), Ketua Kajian Strategis Komisariat (2001-2002), Ketua Komisariat UMM (2003), Ketua Kajian Strategis KAMMI Malang (2004).

Puluhan demo, rapat aliansi yang dilalui. Bahkan berkali-kali harus berurusan dengan aparat keamanan. Merasakan dogeman mentah, tendangan sakti, dan pedasnya rotan aparat sempat dirasakan.

Aksi dorong-dorongan ketika Demo di Gedung DPRD Kota Malang

Aksi dorong-dorongan ketika Demo di Gedung DPRD Kota Malang

Pukulan rotan ketika demo di Surabaya, Dogeman mentah ketika pelantikan Walikota Malang dan banyak lagi yang saya rada lupa waktu dan tema demonya.

Diamankan polisi di kantor polisi dalam beberapa jam (4-8 jam) sampai 3 hari dan bahkan harus diamankan keluar kota dalam 2 minggu, menjadi buah dari demo yang saya lakukan.

Demo di Gedung DPRD Kota Surabaya, disinilah pertama kali merasakan pedasnya rotan aparat. Saya sama mas Rully mengusahakan bendera menjadi setengah tiang, simbol belasungkawa.

Demo di Gedung DPRD Kota Surabaya, disinilah pertama kali merasakan pedasnya rotan aparat. Saya sama mas Rully mengusahakan bendera menjadi setengah tiang, simbol belasungkawa.

Ketika demo gabungan di Surabaya, kami berangkat dari Malang dengan naik kereta secara bergelombang, asyik dalam perjalanan selalu bergumam dengan nada rendah nasyid-nasyid perjuangan khas mahasiswa. Kadang-kadang juga rindu dengan suasana seperti ini lagi. :)

Kebetulan foto-foto dalam tulisan ini merupakan kliping-kliping koran yang saya kumpulkan, seperti foto di atas (demo Surabaya) adalah dari Koran Kompas, ada juga dari Malang Post, Radar Malang dll. Kliping koran merupakan program Kastrat terutama kliping tentang demo KAMMI. Dan yang saya tampilkan disini sebagian dari kliping yang saya punya.

Aksi demo Tuntut Mega Hamzah Mundur, Isu Junta Pemuda

Aksi demo Tuntut Mega Hamzah Mundur, Isu Junta Pemuda

Semasa saya aktif dalam demo KAMMI dan ketika menjabat sebagai Ketua Kajian Strategis (Kastrat) KAMMI Daerah Malang ada beberapa isu  strategis yang diangkat, seperti Rezim Mega Hamzah, Anti Orde Baru, Pemilu Jurdil dan Bersih, Kontrol terhadap Walikota Malang yang baru,  Pengawasan Hasil Pemilu dan Kontrak Politik dengan Anggota Legislatif Baru.

Pada tahun-tahun itu (2003-2004) merupakan masa terpanas bagi KAMMI setelah pada masa awal-awal kelahirannya (era awal reformasi 1998). Dengan isu-isu yang panas tentunya membutuhkan bayak energi kader dan soliditas internal serta kekuatan membangun isu dan alinasi gerakan, pada waktu itu KAMMI sangat dekat secara isu dengan kawan-kawan PMII, LMND dan IMM. Dan bahkan sempat ingin membangun alinasi Nasional yang dibangun fondsinya di Malang. Dan kita sempat mengadakan sebuah Seminar bersama di UIN Malang pada waktu itu.

Demo Turunkan Mega Hamzah

Demo Turunkan Mega Hamzah

Demo Anti Orba (Orde Baru)

Demo Anti Orba (Orde Baru)

Aksi Simpatik : Pemilu Damai

Aksi Simpatik : Pemilu Damai

Enam Tahun Reformasi

Enam Tahun Reformasi

Secara mendasar KAMMI dalam karakter gerakannya menegaskan posisi dirinya sebagai “Organisasi Pergerakan”, yang merupakan suatu kekuatan terorganisir yang secara terus menerus bekerja memperjuangkan cita-citanya bagi kepentingan bangsa dan Negara. KAMMI memiliki 4 gerakan, Gerakan Tauhid, Gerakan Intelektual Profetik, Gerakan Sosial Mandiri dan Gerakan Politik Ekstra Parlementer.

Gerakan Politik Ekstra Parlementer sebagai gerakan berbasis moral intelektual, KAMMI memposisikan dirinya sebagai kekuatan ekstra parlementer untuk berperan sebagai salah satu kekuatan control social terhadap kekuasaan. Akan tetapi, KAMMI juga membuka jalan untuk melakukan  perubahan dari dalam sistem, dengan mentrasformasikan kader-kader kepemimpinannya ke tengah-tengah masyarakat dan Negara dalam tahapan lanjutan perjuangannya. Sebagai gerakan politik ekstra parlementer, peran KAMMI  meliputi, (a) Mempengaruhi dan berupaya berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan publik, (b) Mengawasi dan memantau  pelaksanaan kebijakan publik, dan (c) Memberikan penilaian dan advokasi terhadap pelaksanaan kebijakan publik

Dari Gerakan Politik Ekstra Parlementer inilah sering demontrasi lahir di lapangan. Dan biasanya di kelola di bawah Bidang Kajian Strategis (Kastrat) atau sekarang sepertinya sudah berubah menjadi Bidang Kebijakan Publik.

Saya memang sejak awal dibesarkan di KAMMI dan dari komisariat sampai KAMMI Daerah selalau diposisikan di Kajian Strategis yang nota benenya menjadi tempat lahirnya kajian dan aksi (Demo).

Ketika KAMMI mengangkat isu Turunkan Mega Hamzah dan Anti Orba, sekaligus juga membangun wacana “Junta Pemuda”, dimana harapan terakhir adalah Kepemimpinan Pemuda yang terlepas dari rezim yang lalu, potong satu generasi untuk masa depan baru.

Anti Orba

Anti Orba

Salah satu isu yang KAMMI angkat adalah putusan Akbar Tandjung bebas, aksi demo tentang isu ini lumyan reaktif, karena tidak kita rencanakan jauh-jauh hari. Karena turunnya putusan tersebut juga diluar dugaan kawan-kawan. Kebetulan juga waktu itu saya lagi KKN di Batu, Malang. Sehingga keputusan demo inipun cuma diputuskan lewat jarak jauh dan disiapkan dalam rapat singkat di KAMMI Daerah pagi hari dan siangnya kita turun, Alhamdulillah lumayan besar secara kuantitas dan isu.

Demo Akbar Tandjung

Demo Akbar Tandjung

Salah satu demo yang paling fenomenal dan  berbuntut panjang adalah Demo Anti Mega Hamzah, pada waktu itu secara Nasional KAMMI sudah mempunyai timeschedulle demo yang secara bertahap isunya akan semakin meninggi dan panas, dan demo yang insidental, dimana setiap ada Mega ada Demo. Bahkan pernah kita malam-malam demo di Malang.

Pernah juga kita demo di Lumajang, dengan 4 orang yang berangkat dari Malang cuma saya yang tidak tertangkap/diamankan. Sehingga saya pulang sendirian ke Malang dengan penuh harap cemas menggunakan bus, kerana memang skenarionya seperti itu, kalau demo gagal dan kawan-kawan yang lain diamankan maka yang tersissa secepat bubas dan kembali ke daerah masing-masing. Yang tergabung dalam demo ini cuma dua KAMMI Daerah, Malang dan Jember. Dari malang kami bernagkat naik bus sehari sebelum agenda aksi, ketika paginya kita menyebar secara acak dengan tujuan satu titik dan berkumpul disana untuk demo, namun belum terealisasi, megaphone baru mau dikeluarin, kertas-kertas tuntutan masih dalam tas, kawan-kawan suduh dijemput satu persatu. Intel sudah ada dimana-mana :)

Salah satu demo yang paling fenomenal dan  berbuntut panjang adalah Demo Anti Mega Hamzah yang berakhir dengan adanya pembakaran, dan dibalas keesokan harinya dengan pengrusakan dan pembakaran Sekretariat KAMMI Daerah Malang. Pelajaran luar bisa buat kami, KAMMI dan kita semua.

Tentang aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq Lihat semua yang ditulis oleh aviv

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.