Setiap orang pasti memiliki sebuah mimpi, dan ketika kita memiliki sebuah mimpi dan mimpi itu menjadi obsesi hidup maka seluruh potensi dan kekuatan kita akan optimal tergunakan untuk meraih mimpi itu. Tak akan lelah kaki melangkah, tak akan habis tenaga tuk mengejar, tak akan putus sebuah asa, karena mimpi adalah mimpi.
Begitupula sebuah organisasi, serta orang-orang yang berada dalam organisasi tersebut juga memiliki sebuah mimpi masing-masing, dan mungkin sama terhadap mimpi organisasi mereka. Apalagi kalau organisasi itu merupakan organisasi yang berbasis gerakannya pada kader, mimpi akan menjadi arti yang luar biasa.
Dan biasanya mimpi-mimpi organisasi yang berbasis pada kader pasti juga tidak akan jauh dari yang namanya kader. Mimpi yang terbaik adalah Big Kuantity, Best Quality / Jumlah yang Banyak dengan Kualitas yang Terbaik. Makanya Soekarno tak butuh banyak orang tuk mengguncang dunia, hanya beberapa pemuda dengan kualitas yang terbaik.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau yang lebih dikenal dengan KAMMI juga merupakan organisasi kader. Organisasi yang saya tinggali selama hamper 5 tahun, dan pernah saya pimpin selama 1 tahun puncak kepemimpinan struktur terendahnya (KAMMI Komisariat UMM III Periode 2003-2004 – sekarang sudah menjadi KAMMI UMM Raya demerger dengan KAMMI UMM II ) juga memililki mimpi yang tak jauh beda tentang yang nama kader / SDM yaitu Big Kuantity, Best Quality.
Biasanya permasalahan dan tantangan yang timbul adalah tidak seimbangnya antara kuantity dengan quality. Trend yang ada adalah ketika Kuantity meningkat maka ada penurunan dari segi Quality, atau sebaliknya. Kecepatan dinamisasi dan juga ekspansi kekuatan harus juga ditopang adanya Big Kuantity, Best Quality. Banyak organisasi mahasiswa yang awalnya kuat dalam penjagaan kaderisasi organisasi mereka, namun akhirnya juga harus mengakui akan keterbatasan mereka.
KAMMI Komisariat merupakan struktur terkecil dalam tubuh KAMMI, menurut saya akan menjadi start point, yang bagus untuk melakukan evaluasi sebuah mimpi. Secara fundamental mimpi memang perlu evaluasi. Dan cara yang paling menggugah adalah dengan cara ilustrasi sebuah mimpi, baik itu mimpi buruk dan mimpi baiknya :
Ilustrasi MIMPI Buruk Komisariat 2012
n - Senin siang, Februari 2012, Ketua KAMMI Komisariat kembali ke sekretariat setelah selesai memimpin demo tentang susunan caleg yang memasang nama konglomerat hitam.
-Belum lama beristirahat, ada telpon dari kader di kampus putih itu, ada calon terkuat ketua SKI disalah satu Fakultas dan merupakan kader terbaik komsat. Ternyata terlibat virus merah jambu dan harus mempertanggungjawabkan urusan ini kepada orangtuanya dan murobbinya.
n -Belum selesai memutusi urusan di atas, sang ketua kini harus cepat-cepat menghandle dauroh marhalah karena ketua panitianya mendadak izin berhalangan karena lupa janjian dengan pembantu laundry di kost-kostan.
Ilustrasi MIMPI Baik Komisariat 2012
n - Pada suatu Sabtu sore 2012 di Sekretariat KAMMI Komisariat, berkumpul beberapa Wartawan yang mendengarkan konferensi pers ketua Komsat tentang langkah-langklah mensukseskan pemilu dan pilkadal yang bersih, termasuk cara mengeliminasi nama-nama caleg yang tergolong konglomerat hitam
n - Malam harinya, suasana sekretariat terlihat akrab, ternyata ada syukuran kecil karena salah satu stafnya yang direkrut empat bulan lalu sudah hafal dan rutin membaca al-ma’tsurat
n – Pada Malam berikutnya, di sekretariat diadakan syura untuk mengagendakan diskusi publik mengantisipasi pengawasan pemilu jurdil.
Insya Allah, mimpi-mimpi ini akan berlalu
Dan saatnya untuk meraih mimpi baru yag lebih baik
Saatnya berjuang dan mencoba seberapa kadar kesabaran dan totalitas perjuangan kita
Orang yang Hidup Bagi Dirinya Sendiri
Akan Hidup Sebagai Orang Kerdil
Dan Mati Sebagai Orang Kerdil
Akan Tetapi,……
Orang yang Hidup Bagi Orang Lain
Akan Hidup Sebagai Orang Besar
Dan Mati Sebagai Orang Besar
(Sayyid Quthb)
Akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air dibawah naungan Islam yang hanif. Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka ia berseru, ”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?
(Hasan Al Banna)
Demi Amanat dan Beban Rakyat
Kami Nyatakan ke Seluruh Dunia
Telah Bangkit di Tanah Air
Sebuah Aksi Perlawanan
Terhadap Kepalsuan dan Kebohongan
Yang Bersarung dalam Kekuasaan
Orang-Orang Pemimpin Gadungan
(Mansur Samin)
Apa yang anda simpan untuk diri anda sendiri, akan hilang. Tetapi apa yang anda berikan, akan anda miliki selamanya
(Axel Munthe)
