Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Banjarmasin dan sempat berjalan dipinggir ruas jalan raya Banjarmasin. Di pinggiran jalan inilah beberapa fenomena sosial saya tangkap, tentang usaha mencari rezeki, tentang perjuangan hidup, tentang sampah dan tentang kreatifitas.
Saya menemukan aliran sungai yang kotor, tumpukan sampah, penjual langsat “duku”, penjual sate, tukang tambal ban, penjual eceran BBM, pedagang kaki lima dll. Semuanya bisa menjadi hikmah buat kita bersama, bagi orang-orang yang memperhatikan bagaimana luarbiasanya kehidupan kita ini.

Air di Pinggiran Jalan Banjarmasin

Air dan Sampah


Pedagang Langsat Keliling

Penjual Sate Keliling

Tukang Tambal Ban

Penjual BBM eceran
Like this:
Be the first to like this post.
Tentang aviv
Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq
Tampilkan semua tulisan oleh aviv