Sungguh luar biasa perkembangan dunia Islam saat ini, salah satunya adalah adanyagelombang revolusi arab. Kembalinya kekuatan politik Islam mulai terlihat dengan berkembangnya kekuatan politik umat Islam di berbagai Negara, baik di Asia, Erofa dan juga Afrika. Kekuatan politik umat Islam di akhir abad 20 ini dimulai dengan menangnya Partai Keadilan dan Pembangunan di Turki dan dengan melejitnya pamor tokoh partainya yang juga Perdana Menteri Turki, Erdogan dan kemenangan Hammas di Palestina. Dan puncak dari arus kebangkitan politik Islam ini adalah ketika adanya gelombang revolusi Arab yang membawa kemenangan bagi Partai An Nahdhah di Tunisia dengan lebih dari 35% dan punya perdana menteri sekarang, Partai Kebebasan dan Keadilah di Mesir, walaupun masih berjalan pemilunya, tapi ini dapat dibayangkan dari sekarang bahwa mereka bisa mendapatkan lebih dari 40% dan Partai Keadilan dan Pembangunan di Maroko dapat 27% dan insya Allah juga akan membentuk pemerintahan.
Dan juga dalam waktu dekat ini juga akan ada pemilu di Jordan. Kemudian nanti bulan Agustus yang akan datang akan ada pemilu di Libya, dengan nama partainya Al Jabhah wathoniyah lil hurriyyah wal ‘adalah wat tanmiyyah.
Tentunya semua ini merupakan kemajuan sekaligus tantangan yang sangat besar bagi dunia Islam, peluang yang terbuka lebar untuk dapat berperan dalam pemerintahan dan terlepas dari rezim tentunya merupakan kabar gembira bagi gerakan dakwah islam. Dengan adanya peluang ini tentunya diharapkan akan ada perubahan signifikan dalam dunia politik Islam, akan banyak kebijakan yang populis bagi rakyat, berorientasi bagi kemaslahatan rakyat dan sejalan dengan norma Islam.
Peluang ini sangat dirasakan di jazirah arab, dan sudah dilihat hasilnya gerakannya seperti dipaparkan di atas, dan kita tunggu saja perkembangan selanjutnya di negara-negara yang lain.
Bahkan dari kabar angin, Arab Saudi secepatnya juga akan merubah negaranya menjadi Monarchi Konstitusional, dalam artian akan ada Perdana Menteri yang memimpin Pemerintahan dan akan ada wakil rakyat yang dipilih lewat Pemilu. Ini tentunya kemajuan yang kuar biasa bagi Arab Saudi yang sudah sekilan lama memegang konsep Monarchi. Dengan Monarchi Konstitusional maka Arab Saudi akan seperti Jepang, Malaisya, Inggris dan negara lain yang tetap mempertahankan budaya kerajaannya sebagai simbol namun dikawinkan dengan konsep demokrasi konstitusinal.
Begitulah perkembangan dunia arab, kalau erofa sedikit saya bahas pada tulisan Shifting of Civilization yang mana Erofa juga akan memberikan kontribusi besar terhadap gerakan Islam ke depan. Untuk lebih lengkapnya tentang perkembangan politik Islam, maka baca juga tulisan saya sebelumnyaEfek Bola Salju Revolusi Arab (Kembalinya Kekuatan Islam Politik) http://avivsyuhada.wordpress.com/2011/12/20/efek-bola-salj…-islam-politik/ , Perjalanan Pemikiran Politik Islam. http://avivsyuhada.wordpress.com/2011/12/27/perjalanan-pem…-politik-islam/ dan Sejarah dan Harapan Kemenangan.
Sekarang yang menjadi tantangan bagi kita adalah perkembngan di Kawasan Asia Tenggara, yang tentunya menjadi beban dan PR di pundak kita. Insya Allah akan saya coba bahas ditulisan yang akan datang.
