Jalan-Jalan Ke Bromo


Gunung Bromo merupakan salah satu objek wisata Nasional, dan merupakan favorit bagi wisatawan internasional dan  domestik. Gunung Bromo adalah salah satu gunung yang pencapaian puncaknya tidak perlu memerlukan ketrampilan mendaki. Gunung ini sangat diminati para wisatawan karena mempunyai satu keunggulan khusus yakni melihat Matahari terbit langsung.  Gunung Bromo dan Taman Nasional Tengger Semeru yang menjadi perbatasan 4 kabupaten di Jawa Timur, yaitu : Malang, Probolinngo, Pasuruan dan Lumajang adalah salah satu surga fotografi lansekap di Indonesia, dijamin deh foto-foto disana hasilnya gak akan jelek, terutama saat matahari terbit, baik dari Gunung Penanjakan, Cemoro Lawang maupun dari Gunung Batok. apalagi juga kalo memoto di daerah savana yang ketika musim hujan akan sangat hijau namun ketika kemarau menjadi coklat ketua an.

Gunung Penanjakan dengan tinggi 2.770 mdpl adalah Puncak tertinggi di area Tengger dan biasanya pula turis-turis berkumpul disini sambil menenteng kamera dari jam 4 pagi untuk bersiap menyambut mentari pagi. Sengatan dingin yang menggigit tak membuat mereka berkurang nyali, mereka malah mencari tempat yang terdepan agar Mentari menyambutnya sebelum keduluan orang lain.
Setahun sekali suku Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo  utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

bromo dari penanjakan

Ada beberapa rute yang bisa kita tempuh untuk menuju ke Bromo, paling tidak ada 4 rute yang memungkinkan kita lalui. (Secara pribadi saya baru merasakan 2 rute yaitu Rute Probolinggo dan Rute Tumpang Malang). Dari 2 rute yang pernah saya lewati yang paling saya suka adalah Rute Tumpang Malang, karena kita lebih banyak jalan/hiking dan banyak pemandangan indah seperti savana, dan hamparan pasir.

Rute Probolinggo saya pernah melewatinya 2 kali dan Rute Tumpang Malang juga pernah 2 kali.

Rute yang bisa kita tempuh :
1. Dari Probolinggo,
Dari Surabaya (Terminal Bungurasih) kearah Prolinggo (Terminal Bayu angga) naik bis kecil menuju Cemoro Lawang, desa terakhir sebelum Bromo (foto satelit dibawah pada titik A) setelah dari Cemoro Lawang tinggal sekitar 6 km menuju kaldera gunung Bromo anda bisa memilih jalan kaki, naik jeep off-road kalau dengan keluarga, naik motor, atau berkuda kalau tidak kuat jalan.
Kelebihan jalur ini adalah anda relatif tidak berjalan kaki terlalu jauh, dekat dengan akomodasi dan sekaligus anda bisa mengunjungi air terjun Madakaripura. Rute ini juga dapat menjadi satu paket wisata bila anda dari atau menuju pulau Bali.
2. Dari Pasuruan,
Dari Surabaya menuju Pasuruan terus kearah Tosari, Dari Tosari yang merupakan salah satu kecamatan tertinggi di pulau Jawa anda bisa melanjutkan menuju Penanjakan (foto satelit dibawah pada titik B). Dari Penanjakan seluruh lautan pasir kelihatan, sepertinya titik ini adalah tempat terbaik untuk memotret, terutama saat matahari terbit atau pagi hari saat golden time.
3. Purwodadi atau Lawang-Malang,
Dari Surabaya kearah Malang turun di pertigaan Kebun Raya Prowodadi belok kiri kearah Kecamatan Tutur (Nongkojajar), atau kalau ingin menambah perbekalan dulu, gak ada salahnya turun di Lawang. dari Lawang juga ada angkutan yang menuju Tutur (Nongkojajar).
Sepertinya rute ini paling asyik untuk backpacker yang dananya relatif kecil, kalau anda punya rencana jalan kaki (hiking), jalan malam hari sambil melihat indah kerlip bintang atau bahkan bintang jatuh (bahkan tak jarang terlihat komet) memakai kendaraan roda dua, disini anda bisa mampir dulu di agrowisata Apel Sugro kemudian jalan pas senja, melewati hutan. Kalau toh anda tidak mau melewati hutan sebaiknya anda terus menuju ke Tosari dan menuju ke Penanjakan, tetapi anda dapat juga memotong kompas menembus hutan dan berakhir tepat dibawah lereng Penanjanakan (foto satelit dibawah pada B). Bila anda berangkat malam hari dari Tutur tiba ditempat ini kurang lebih 4 jam jalan kaki. Kelebihan jalur ini adalah, anda bisa bisa mampir dulu ke Taman Safari Prigen) atau satu paket dengan wisata di Malang.
4. Tumpang-Malang, disebut juga rute pendaki karena menjadi rute menuju Gunung Mahameru.  Dari Malang Menuju ke Tumpang terus dari sini jalan kaki atau naik jeep off-road menuju Ranu Pane/Ranu Gumbolo kearah gunung dan berjalan kaki berakhir di Oro-oro Ombo (foto satelit dibawah pada titik C)
foto satelit

Savana terlihat sangat indah, entah ketika hijau (musim hujan) ataupun coklat seperti sekarang (musim kemarau)

Savana terlihat sangat indah, entah ketika hijau (musim hujan) ataupun coklat seperti sekarang (musim kemarau)

This slideshow requires JavaScript.

About these ads

Tentang aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 2 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih dan Muhammad Aqsha Ash Shiddiq Lihat semua tulisan milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: