Antrian Solar : Siapa Untung dan Siapa Rugi


Antrian BBM - Solar

Antrian BBM - Solar

Setiap hari SPBU kayak pasar rame full … bahkan jadi Hotel kali ya …Antrian mobil yang mencari BBM, khususnya solar  itu mengular untuk mendapatkan solar, kalau di Kal Sel ini bisa kita lihat seperti di SPBU sepanjang Jalan trans Kalimantan Km 13 dan km 17 Gambut, SPBU Km 21 Lianganggang, Tapin, Kandangan, Gambah, Sungai Rangas, Pasar Hanyar dan Kapuh, jejeran truk menghiasi pinggiran jalan, hingga mengambil seperempat badan jalan. . . . harga jual premiun ditingkat eceran malah naik ada yang  6.000 bahkan ada yang satu liter Rp 6500 yang mana klo d SPBU  harganya Rp 4700.

Jalanan jadi sesak dan menjadi rawan kecelakaan, Akibatnya, pengendara mobil yang melewati jalan provinsi itu harus berdempettan saat melewati kawasan SPBU.

Ini tidak saja terjdi di Kal Sel, namun hampir di seluruh Indonesia, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan juga Irian, Sehingga pantas dipertanyakan siapa yang untung dan siapa yang rugi ketika antrian BBM solar menjadi lahan empuk dan yang rugi adalah masyarakat karena tidak bisa dapat menikmati BBM bersubsidi, sementara yang untung mereka yang disebut oknum tak berkemanusiaan.
Kasus di Nabire, Irian, Dalam kegiatan monitoring yang dilakukan pihak Depot Pertamina selama 3 hari di 4 SPBU ternyata pengisian BBM solar hanya bisa laku terjual dalam satu hari hanya 3 ton. Tetapi kalau tidak dilakukan monitoring, maka 10 ton BBM solar tidak cukup untuk satu hari.
Untuk itu pihak Pertamina hanya meminta Bupati Nabire membentuk tim pengawasan untuk mengawasi BBM bersubsidi yang ada di Kabupaten Nabire yang terdiri dari pihak Kepolisian, Deperindagkop, Sat Pol PP dan bila perlu juga dilibatkan wartawan.
Karena pihak Pertamina tidak mempunyai kewenangan untuk menahan minyak

Solar dikejar Berjam-jam, Sampai nginap di SPBU

Solar dikejar Berjam-jam, Sampai nginap di SPBU

ketika sudah diluar pagar atau halaman kantor Depot, dan untuk mengawasi hal tersebut sesungguhnya adalah Bupati Kabupaten Nabire bersama instansi terkait.
Dan kepada masyarakat kepala Depot Pertamina Nabire S. Teurupun menyampaikan, di Nabire semua stok BBM baik itu Solar, Premium (bensin) minyak tanah dan avtur cukup aman.  Dan antiran BBM solar yang selama empat bulan terjadi ini, bukan karena tidak ada BBM solar, tetapi stok tetap cukup atau aman.
Sebab Pertamina selama adanya antrian BBM solar oleh para sopir truck dan Strada, bukannya pihak Pertamina tinggal diam.  Tetapi Pertamina juga punya data seperti mobil tangki modivikasi, mobil pengisian dobel yang suka bolak–balik di SPBU tertentu saja.
Untuk itu kita sebagai masyarakat yang tak punya duit untuk membeli BBM dengan jumlah banyak karena kita pemilik BBM bersubsidi.  Sementara mereka yang punya duit banyak akan memborong BBM bersubsidi dan dijual ke harga industri sehingga mereka jadi kaya.  Sehingga dipertanyakan siapa yang untung dan siapa yang rugi ketika antrian BBM solar menjadi lahan empuk.

Ini jadi masalah besar kalo berlarut larut … Kenapa bisa antri, ada beberapa kemungkinan : 1. Pasokan dan Pertamina Kurang, 2. Pasokan Pertamina terlambat datang, 3. Adanya aksi beli diluar kebutuhan (maraknya para pelangsir), 4. Adanya oknum yang menumpuk BBM

Siapa rugi siapa untung

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: