Ide Dan Perubahan


Dalam teori perubahan sosial terdapat dua pendekatan besar yaitu perspektif materialistis dan pendekatan idealistis. Perspektif materialistis merupakan sebuah pendekatan yang mana materi dianggap sebagai factor yang paling berpengaruh terhadap sebuah perubahan sosial. Bukan berarti menafikan peranfaktor lainnya, namun dalam pendekatan ini lebih menekankan peranan materi.

perubahan-itu-penting

perubahan-itu-penting

Serupa dengan Perspektif Materialistis, Perspektif Idealistis menekankan Ideologi sebagai sebuah factor utama di atas matri dan lainnya yang mempengaruhi perubahan sosial. Bapak Sosiologio, Auguste Comte, mengatakan bahwa sejarah manusia harus dipahami menurut sejarah pemikiran manusia. Whitehead menyatakan bahwa sumber ide itu ada namun ia lebih menekankan kekuatan ide dalam evolusi peradaban.

Dialektika, sebagai sebuah cara berfikir dan inti realitas, termasuk pengalamanterhadap realitas, terjadi dalam perkembangan sebuah semangat zaman. Dialektika yang dimaksud terjadi pada tingkat kesadaran “dalam diri sendiri” ke tingkat keaadaran “ untuk diri sendiri”. Maksudnya disini bahwa individu dan ide menjadi alat semangat yang dapat menimbulkan perubahan sosial. Sehingga dapat disimpulkan, tanpa ide tidak akan ada perubahan.

Muncul pertanyaan dalam diri kita, apakah ide selalu memberikan perubahan?? Melihat berbagai macam respon manusia terhadap suatu kondisi sosal, kita dapat mengatakan bahwa ide memang selalu meberikan perubahan. Namun, peranan ide dalam perubahan inilah yang berbeda-beda. Secara garis besar, Idea dapat berperan mencegah, menghalangi, membantu atau mengarahkan perubahan. Artinya, ide tidak serta merta memberikan sesuatu yang berarti bagi perubahan, tapi memerikan pengaruh terhadap proses perubahan. Ideologi ini bentuknya bermacam-macam, ada ideologi agama, ideologi intelektual, ideologi politik, dan lain-lain.

 Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

Dalam termenologi persfektif Islam ,Ideologi juga dapat didefinisikan sebagai aqidah ‘aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. sehingga  sesuatu bisa disebut ideologi jika memiliki dua syarat, yakni:
Ide yang meliputi aqidah ‘aqliyyah dan penyelesaian masalah hidup. Jadi, ideologi harus unik karena harus bisa memecahkan problematika kehidupa

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

2 responses to “Ide Dan Perubahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: