Lamang di Pasar Kandangan


Oui kita makanan lamang nah . . . Lawas sudah kada makan lamang kandangan, rasa kaganangan banar

Kab Hulu Sungai Selatan, yang ibu kotanya adalah Kandangan merupakan kota tertua di antara Kabupaten-kabupaten yang lain se Banua Enam. Kandangan memiliki banyak ciri khas yang sering diidentikkan dengan jadi diri kandangan, seperti kota katupat, dodol, lamang, dll, ini dari segi kuliner. Adapula yang lain yang identik dengan kandangan yaitu “Pawanian” (Berani), “Pangalahian” (Suka bertengkar). Nah … sekarang saya tidak ingin membahas yang terakhir ini, namun akan membahas salah satu kuliner kandangan yaitu Lamang.

Lamang di Pasar Kandangan

Lamang di Pasar Kandangan

Lamang merupakan makanan khas orang melayu, makanya lamang juga dikenal di daerah sumatera seperti Padang, Medan dan juga Aceh. Di daerah Sumatera lamang dikenal dengan Lemang. Lamang setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Lemang dijadikan makanan perayaan oleh Suku Dayak yang disajikan pada pesta-pesta adat mereka. Bagi Suku Melayu lemang biasa disantap saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha . Orang Padang juga menyukai lemang, bahkan kota seperti Tebing Tinggi  dikenal dengan julukan “Kota Lemang”.

Lamang dalam budaya banjar mempunyai kedudukan tersendiri, biasanya ia hadir pada acara selamatan (acara makan-makan dan sekaligus doa bersama untuk keselamatan), syukuran, dan juga diperjualbelikan secara umum di warung-warung minum dan kue masyarakat banjar.

Kandangan memiliki pasar tidaklah besar (namun sekarang lagi dibangun pasar Lantai 3), namun secara rutinitas, pasar tidak pernah mati, hampir 24 jam pasar kandangan selalu hidup, tapi Cuma berotasi para pedagangnya dan benda yang diperjualbelikan. Ketika malam sampai subuh, pasar kandangan disesaki para penjual sayur, ikan dan kue, jalanan dan empern toko sesak dengan para pedagang, ketika rada siang, pasar kandangan samalah dengan pasar di kota lain.

Nah Lamang hadir di pasar ini, lamang biasanya dijual di waktu subuh-siang, terus ada lagi yang menjualnya ketika malam. Sehingga tidaklah susah mencari lamang di kandangan, berbeda dengan kota lain seperti Barabai, Rantau dll maka Lamang akan susah mencarinya. Di Kandangan lamang biasanya dimakan dengan menggunakan hintalu jaruk (telur asin), atau juga pake sate ayam plus sambal kacangnya. Lamang di pasar Kandangan dihargai Rp.25.000 – Rp.30.000 per satu bumbung (satu ruas bambu untuk lamang).

Pada peringatan Hari Jadi Kab. Hulu Sungai Selatan dalam beberapa tahun ini selalu saja ada event kulinernya, dulu ada Lamang Terpanjang, Dodol Terpanjang, Makan Katupat Kandangan Bersama-sama, dan tahun ini 2 Desember 2011, rencananya juga aka nada Makan Gumbili (ubi) Nagara dan Kacang Nagara. Dan Lamang pernah berada disitu . . . di Peringatan Hari Jadi Kab. Hulu Sungai Selatan

Ayo Makan Lamang . . .

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: