Analisa Sosial (Pengantar)


Analisa merupakan proses pencarian jalan keluar (pemecahan masalah) yang berangkat dari dugaan kebenarannya. Penyelidikan suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarya.

Sosial adalah yang berkenaan dengan khalayak, berkenaan dengan masyarakat, berkenaan dengan umum.

Analisa Sosial mempunyai karakteristik dengan memfokuskan pada upaya bagaimana memahami manusia dan kelompoknya, tatanan dan nilai hubungan sosial mereka, dan sistem-sistem organisasi sosial, serta analisa sosial juga menempatkan manusia dalam posisi pusat perhatian untuk aktivitas rekayasa/advokasi.

Melalui analisis sosial kita akan mampu menangkap realitas sosial yang kita gumuli. Sehingga dalam banyak kalangan analisis sosial memiliki manfaat: (1) Mendapatkan pemahaman tentang masalah-masalah kunci yang ada di masyarakat (2) Mendapat informasi kelompok mana dalam masyarakat yang mendapatkan akses pada sumber daya (3) Kait-mengkait antar berbagai sistem dalam masyarakat (4) Mengetahui segala potensi yang ada dalam masyarakat (5) Mampu mengambil tindakan-tindakan tang mengubah situasi dan yang memperkuat situasi.

Sedangkan dalam terminologi sosial terdapat beraneka ragam aliran dalam melakukan analisis sosial. Diantara aliran-aliran ini memiliki berbagai keunggulan sekaligus kelemahan masing-masing. Untuk sekedar referensi penulis kutip disini beberapa aliran dalam melakukan aualisis sosial, yang dikaitkan dengan asal-muasal kejahatan, yang meliputi:

  • Aliran fungsionalis

Aliran ini cenderung melihat fungsi dari pelaku sebagai tanggapan logic atas munculnya sebuah fenomena sosial. Dalam menganalisis sebutlah kejahatan, pendekatan ini akan menyatakan kalau kejahatan dipicu oleh sesuatu yang sifatnya perorangan. Implikasi dari pendekatan ini pemecahan yang dikedepankan lebih bersifat pragmatis. Misal dengan menggalakkan kegiatan “pemolisian” masyarakat dan memasyaratkan polisi merupakan metode yang ditempuh. Kelemahan: Walaupun mengarah ke kondisi yang baik dan berusaha membuat suasana kembali harmonis namun aliran ini tidak mempertanyakan adil atau tidaknya kondisi, serta tidak mendorong ke arah perubahan yang jauh lebih massif. Pendekatan ini lebih cenderung ke arah pemecahan edukasi dan kerapkali terjatuh pada digunakanya mekanisme “suri tauladan”

  • Aliran strukturalis

Perubahan yang dikedepankan pada Aliran ini lebih pada perombakan seluruh struktur-struktur yang represif, yang telah mengakibatkan penindasan. Kejahatan merupakan ‘ekses’ dari interaksi kekuasaan yang akan menghasilkan suatu dominasi yang amat dipengaruhi oleh fasilitas yang ada (ekonomi, budaya, politik dan ideologi) Dalam kaitan itulah pengertian masyarakat selalu dibaca dalam konteks structural. Kejahatan tidak dipahami sebagai perangai individu tetapi juga residu dari sistem kolektif masyarakat. Kenapa seorang melakukan kejahatan ini tidak bisa diusut dari tingkah laku atau motif subvektif melainkan juga melibatkan berbagai sruktur vang ada di tingkatan publik. Kelemahan: pendekatan ini melihat hal-hal yang makro seperti negara, badan-badan dunia dan cenderung melupakan hal-hal yang kecil, seperti bagaimana masyarakat bisa tetap bertahan dengan sistem yang ada. Pendekatan ini lebih cenderung mengarah pada proses revolusi

  • Aliran Fenomenologis

Ciri analisisnya sangat mikro, detail dan selalu mengaitkan dengan teori-teori besar. Fenomenologi selalu mendasarkan pendekatan pada apa yang kelihatari dan yang tak kelihatan. Yang kelihatan dapat dilukiskan sebagai apa yang secara langsung disajikan kepada pengalaman kita. Yang tak kelihatan tidak disajikan secara langsung tetapi secara sampingan dan tersembunyi. Kelemahan: Yang dilakukan pada aliran ini hanya mengamati saja dan menuliskan realitas yang ada tanpa keberpihakan. Pendekatan ini kerapkali memanfaatkan perangkat visualisasi

  • Aliran Humanis

Ciri analisnva melihat pada budaya dan kesadaran manusia sebagai sebab dari masalah yang muncul. Kejahatan muncul karena kesadaran yang lemah terhadap tatanan yang baik dan ditengarai oleh kebudayaan yang memprovokasi orang melakukan kejahatan. Dalam bahasa “si buntung” ia melakukan kejahatan karena sering menonton televisi yang menyiarkan berita kriminal. Televisi menjadi tersangka utama dan satu-satunya tuidakan kejahatan. Padahal menempatkan TV sebagai faktor tunggal bukan memecahkan persoalan yang berakar dalam. Kelemahan aliran ini: Terlalu lokal dan pemecahannya sangat bersifat jangka pendek. Pendekatan ini misalnya dengan menggunakan sarana advokasi.

 Dalam pelatihan berbagai aliran ini sekedar untuk referensi teoritis sehingga memudahkan dalam mengkaji tipologi gerakan sosial macam apa yang bisa diterapkan pada masyarakat. Analisis sosial ini tugas pertama yang memang mutlak dilakukan jika terjun ke masyarakat, mengingat melalui analisis sosial yang cermat akan dihasilkan sejumlah data akurat dan rekomendasi tindakan yang bermanfaat di masyarakat setempat. Alhasil sebuah gerakan bisa efektif dan efesien.

Kadang analisa sosial hanya sebatas dalam mengidentifikasi permasalahan (titik masalah) namun tidak sampai dalam menjawab serta menyelesaikan masalah. Namun dalam arti luas, analisis sosial dalam arti sempit tadi dipakai dalam hubungan dengan usaha mengubah keadaan atau memecahkan masalah yang dianalisis. Jadi, analisis sosial mencoba mengaitkan analisis ilmiah dengan kepekaan etis, artinya memperhatikan dan memikirkan tindakan yang mau dilaksanakan. Dalam arti ini, analisis sosial mengandalkan nilai-nilai etis tertentu. Analisis dipergunakan sebagai alat saja untuk memperjuangkan tujuan tertentu.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: