Jalan Pendidikan


Tulisan ini merupakan file2 yang tersisa dalam CD, tulisan yang sudah cukup lumayan lama adanya.

Bismillahirrahmanirrahim

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah (argumen) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Q.S. Yusuf :108)

Sungguhlah ini merupakan jalan yang merupakan nikmat terbesar dalam sejarah hidup kita. Nikmat yang sangat nyata di Akhirat nanti. Syukur Alhamdulillah pada-Mu Allah. Kau tancapkan dengan kuat rasa keimanan ini dalam lubuk hati terdalam, sebagaimana rasa itu tertancap dalam hati Bilal bin Rabbah sehingga batu panas, cambukan dan pukulan tidak sebanding kekuatannya. Mudah-mudahan begitupulalah ada dengan diri ini. Amin.

Akulah Pengikutmu Wahai Rasulku. Pengikut yang belum pernah menatap wajahmu, belum pernah mencium tangan dan keningmu, belum pernah melihat senyummu, belum pernah mendengar suarumu, Namun Yaa Rasul, diri ini sangat menginginkan akan sebuah pengakuan darimu suatu saat nanti, pengakuan bahwa akulah pengikutmu yang kau banggakan. Shalawat serta Salam semoga selalu tercurah bagimu, shahabat, keluarga dan para pengikutmu. Amin.

Ilmu pengetahuan akan menjadi pemimpin dunia, ialah yang mengarahkan sebuah orientasi dari kehidupan, yang tentunya akan dikontrol dengan sebuah moralitas dan keimanan. Indonesia menjadi sebuah bangsa yang sangat terkebelakang dalam pendidikan, walaupun dulu ia pernah menjadi mercu suar pendidikan bagi Asia Tenggara. Sekarang sudah berbeda, pendidikan kita sudah jauh tertinggal dan kita sekarang sejajar dan ”bersaing” dengan Veitnam yang dulunya menjadi anak bawang di Asia. Dibalik itu semua, baru-baru ini kita melihat di media cetak dan elektronik dengan prestasi Indonesia dalam Olimpiade Fisika yang membawa pulang beberapa emas, namun itu malah menegaskan bahwa mutu pendidikan kita tidak merata, kesenjangan ekonomi dan kultur menghasilkan kebodohan. ”orang miskin dilarang pintar”, padahal anggaran Pendidikan dalam UUD kita adalah 20%, padahal tujuan berdirinya Negara Republik ini ”mencerdaskan kehidupan bangsa”, padahal kita punya 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional, padahal kita punya banyak pendidik, padahal kita punya banyak sekolahan. Namun inilah negeri dan bangsa kita…

Kehormatan adalah kebanggan ketika kita melihat dan mengenang hasil dari perjuangan. Kehormatan inilah yang mendasari  harapan kita yang bangga dengan melihat dan mengenang hasil perjuangan pendidikan kita. Karena kebangkitan pendidikan sebuah bangsa akan diawali dengan sebuah kehormatan ini, yaitu kebanggan mereka dengan hasil tugas mereka, kebanggan akan hasil dari pendidikan mereka, kebanggaan akan hasil karya ilmiah mereka. Penghormatan ini akan dimulai hari ini, dan inilah awal kebangkitan pendidikan Indonesia, semoga…

Malang, 20 Juli 2006 // 08.40 Wib

Kamis penuh berkah karena Shiyam.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: