Pewarisan Dakwah


Hayyikum Bitahiyyatil Islam Al Mubarak Min ‘indillahi Ta’ala

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

 Bagi Allah SWT segala pujian dan ungkapan syukur kami persembahkan, yang telah memuliakan orang-orang yang Dia kehendaki dengan Risalah-Nya, orang-orang yang menegakkan rasa ketundukan dalam diri seraya membesarkan Zat Yang Maha Kuasa

Teriring do’a shalawat dan salam kepada Rasul Allah Muhammad Saw, penyampai risalah yang telah mengajarkan manusia dengan pengajaran dan kebijakan yang paling baik. Shalawat dan salam pun teriring bagi keluarga, sahabat dan orang-orang mukmin yang senantiasa berpegang dengan kokoh dan keteguhan bersama dakwah lslamiyyah.

 At Taubah (9) : 111

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Ar-Ra’ad (13) : 11

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri

Rasulullah Saw

Barang siapa yang mengajak pada petunjuk, Ia berhak mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun dan barang siapa kepada kesesatan, ia berhak mendapat dosanya seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

Ikhwani Fillahi Rahimakumullah

 Bahwasanya, sungguhlah dunia ini hanya sebagai tempat kita mencari keridhaan Allah Swt, tidak ada yang lain. Segala aktifitas kita semua haruslah tertuju padanya, baik itu aktifitas keduniaan ataupun yang bersifat ukhrawi secara zahirnya, tapi yakinlah secara substansi semuanya harus bersifat ukhrawi Lillahi Ta’ala. Allah Swt akan membalas segala amal ibadah kita walau hanya secuil, walau hanya sebesar biji zarrah. Orang yang beriman sangatlah yakin akan balasan itu, gambaran surga sangatlah nyata dalam pandangan mereka begitupula dasyatnya neraka selalu ada dalam pikiran mereka, karena keyakinan inilah kehidupan mereka tidak pernah lepas dari yang namanya keimanan kepada Allah serta dengan segala balasannya. Keyakinan inilah yang membawa mereka kepada amal shaleh dengan harapan keridhaan Allah Swt serta dengan surga-Nya.

Mereka sangat mengerti bahwa sebuah kebaikan sekecil apapun akan membawa mereka kepada kebaikan yang lainnya, begitupula kejelekan, maka ia juga akan membawa kepada kejelekan yang lain lagi. Atas dasar inilah, maka kebaikan haruslah mudawwamah (kontinyu) sehingga dapat mengantarkan sang pelaku kebaikan kepada akhir dari sebuah perjuangan hakiki, akhir dari sebuah peperangan terbesar, dan mendapatkan balasan Maha Kaya. Allahu Akbar.

 Dakwah merupakan amal kebaikan yang sangatlah besar, karena ia merupakan amal dan tugas para Nabi dan rasul. Dakwah merupakan sebaik-baik perkataan, dakwah adalah tonggak penegak agama Allah Swt ini, dakwah adalah jalan para pejuang kebenaran, dakwah adalah cara yang sangat mudah mendapatkan pahala. Siapa yang mengira dakwah sebenarnya adalah jalan pintas ke surganya Allah Swt. Para Nabi dan Rasul mewariskan tugas dakwah ini kepada ummat mereka, dakwah menjadi seperti tongkat estafet dari generasi ke generasi. Diwariskan dari da’i kepada da’i yang lain dari generasi ke generasi sampai akhir zaman nanti.

 Taurits (pewarisan) adalah esensi dari dakwah panjang ini. Andaikan Taurits ini tidak berjalan maka niscaya agama Allah Swt ini akan menghilang di muka bumi. Namun beginilah Allah Swt menjaga agama-Nya, ia menunjuk para hamba-Nya yang beriman untuk menjadi juru tugas pewarisan kerisalahan ini, Ia menjaga dari generasi ke generasi demi melanjutkan tongkat estafet perjalanan perjuangan para Nabi dan Rasul. Hingga sebenarnya Dakwah ini adalah sebuah keniscayaan dan sunnatullah begitupula dengan kemenangannya adalah sebuah kepastian dan sebenarnya begitupula dengan adanya rintangan, hambatan serta tantangan dalam dakwah juga merupakan keharusan untuk di lalui. Dakwah tidak membutuhkan akan para da’i, sebenarnya da’i itulah yang membutuhkan akan dakwah, dakwah akan terus berjalan walau akan kehilangan 1, 10 bahkan ratusan atau jutaan da’i, namun kepastiannya Allah Swt akan menggantikan mereka dengan yang lebih baik dari mereka. Begitulah dari generasi ke genarasi Allah Swt menghidayahi para hamba-Nya dengan segala kebesaran-Nya untuk terus dalam jalan yang akan membawa mereka kepada surga di akhirat nanti.

 Kata-kata sangatlah mudah untuk kita ucapkan, goresan hurup dan susunan kata dan kalimat sunggunglah mudah untuk dibuat, namun semuanya sangatlah sulit untuk dilalui, ditengah terpaan cobaan dan hambatan dalam kehidupan kita semua dituntut untuk tetap istiqamah dalam jalan kebenaran. Ditengah masyarakat yang semakin menjauh dari ajaran agamanya, ditengah keluarga yang menjadikan kita orang yang asing diantara mereka. Ketika semuanya menjadi sebuah fenomema bagi para da’i disitulah mereka harus tegar. Menjadi orang ghuraba (aneh) dalam pandangan masyarakat umum menjadi sebuah jalan yang akan dilalui, disepelekan, dihina, difitnah, atau bahkan diancam dan diintimidasi, tegar dan terus maju ditengah itu semua adalah sebuah kewajiban.

 Hari bukanlah hitungan untuk masa dakwah, bahkan juga tahunan. Bagaimana kita bisa memahami apa yang dilalui oleh Nabi Nuh As yang berdakwah selama 950 tahun dengan penuh keistiqamahan, padahal ia berada dalam masyarakat yang sangat membenci dia, dan mengatakan ia orang yang aneh bahkan orang gila. Mereka menantang Nuh, mereka menghina dan memfitnah. Nabi Nuh As berdakwah dengan sabar melalui tahun demi tahun dan abad demi abad walau hanya demi satu orang kader. Sampai di hari terakhir hidupnya ia terus melakukan sebuah Taurits kepada umatnya. Taurits adalah dakwah.

  Senin Penuh Berkah Rajab, 14 Agustus 2006 // 15.56 Wib

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: