Erdogan “Sultan of Islamic Word”


Majalah AS Foreign Affairs telah menggambarkan perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan sebagai “Sultan of Islamic Word” (Sultan dunia muslim). Majalah ini mengatakan dalam laporannya mengutip tulisan terakhir yang ditulis oleh seorang peneliti untuk Washington Institute for Near East, yang menyatakan: “Jatuhnya Khilafah Utsmani, menjadi faktor penting untuk Turki, antara identitas Islam dan nasionalis sekuler dan yang lainnya dalam hal memimpin kebijakan luar negeri, dan berkuasanya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) telah melanggar keseimbangan ini (sekuler) sehingga membuat Turki mencari peran baru dalam urusan dunia. ”

Laporan ini menambahkan: “Warisan dari Kemal Ataturk, pendiri negara sekuler Turki, mulai pudar dengan muncul dan berkuasanya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar Islam yang berkuasa pada tahun 2002, dan menjabatnya Erdogan menjabat sebagai perdana menteri Turki semakin memperkuat identitas Islam di Turki.”

“Bolehkah saya bertamu di desa kalian dan berbuka puasa bersama kalian?” Ia menyapa seorang penduduk desa yang keheranan melihatnya.
Sejatinya, sore itu Erdogan dijadwalkan menghadiri acara buka puasa bersama pengurus Partai Keadilan dan Pembangunan (Ak Parti) wilayah Ordu. Erdogan seharusnya mendarat di pusat kota. Namun mendadak, di tengah perjalanan, ia meminta juru kemudi pesawat untuk berhenti di sebuah desa, Onya. Erdogan lebih memilih berbuka bersama masyarakat desa itu, dan baru akan menghadiri undangan AKP setelah acara buka bersama di Onya selesai.

Orang-orang desa itu pun sontak histeris dan berhamburan ke arah pemimpin mereka yang populer itu. Mereka pun berebut menyalami dan memeluknya. Sore itu Erdogan kembali membuat kejutan untuk rakyat yang tengah dipimpinnya, kejutan yang sering ia berikan untuk membahagiakan dan menyemangati mereka.

Inilah salah satu kebiasaan mulia yang dilakukan oleh Erdogan. Ia seringkali menyempatkan diri mengunjungi rumah-rumah rakyatnya untuk bercengkerama dan berbagi dengan mereka, di mana saja di sela-sela kunjungan kerjanya.

“Kami adalah pelayan kalian. Maka, jika ada yang kalian kehendaki demi kebaikan rakyat dan negara kita, jangan sungkan-sungkan untuk kalian sampaikan,” kata Erdogan.

Lebih penting dari semua itu, apa yang dilakukan oleh Erdogan bukanlah basa-basi politik laiknya kampanye menjelang musim pemilu. Erdogan telah melakukan kebiasaan mulia itu jauh-jauh hari semenjak ia menjabat sebagai Wali Kota Istanbul pada tahun 1998 lalu.

Man Of The Year
Seorang pemimpin yang populis dan kuat serta mendapat dukungan penuh dari rakyat jelata, itulah Erdogan.

Erdogan menduduki urutan pertama dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar New York Times Amerika untuk memilih “Man of The Year 2010.”Surat kabar itu menunjukkan bahwa Presiden Barack Obama berada di posisi ketujuh, sebagai tokoh politik terpopuler setelah Erdogan, setelah voting secara online untuk pemilihan tokoh yang paling menonjol tahun ini, akhirnya mendapatkan 25 kandidat, mencatat bahwa di antara kandidat di samping Erdogan dan Obama terdapat juga David Cameron, Hamid Karzai, Lady GaGa dan John Stewart serta para penambang di Chile.

Saat angin demokrasi bertiup di Turki di awal 1980-an, Recep Erdogan bergabung pada Partai Refah pimpinan Erbakan. Karir politik Erdogan cukup cemerlang disebabkan ia sangat dekat dengan rakyat jelata dan berani bersama-sama rakyat biasa untuk bekerja. Tahun 1994, Erdogan terpilih jadi Wali Kota Istanbul, sebuah kota bersejarah dan metropolitan terbesar dengan penduduk sekitar sepuluh juta jiwa.

Selama menjadi Walikota, Erdogan menegakkan hukum yang adil dan dengan berani banyak membuat kebijakan yang pro-rakyat. Erdogan sama sekali tidak risih memakai seragam pekerja dan bersama-sama rakyatnya melakukan pembersihan jalan. Erdogan pun turun sendiri membagikan kursi-kursi roda pada rakyatnya yang memerlukan.

Semua itu dilakukan bukan sebatas formalitas, tetapi sungguh-sungguh dilakukan. Kehidupan keluarganya pun tidak bisa dikatakan mewah, sehingga hal ini kian mendekatkannya di hati rakyat. Erdogan waktu itu sudah melarang minum-minuman keras.
Banyak kalangan menyandingkan Erdogan dengan Ahmadinejad. Keduanya sama-sama populis, merakyat, sederhana, dan berani menyampaikan kebenaran. kedua pemimpin, baik Ahmadinejad maupun Erdogan, adalah pemimpin yang banyak memberi keteladanan, banyak hal yang telah mereka contohkan kepada rakyat, dan hal-hal yang mungkin telah banyak dilupakan oleh para pemimpin lainnya.

Salah satu hal yang menjadikannya man of the year adalah, kemampuannya menekan Israel, termasuk meninggalkan forum resmi di eropa setelah berdebat dengan perdana menteri Israel, dan di depan publik para pemimpin dunia ia berkata ” Kamu adalah pembunuh !” kepada pemimpin Israel.
Dalam tragedi Mavi Marmara dia satu-satunya pemimpin dunia yang merestui penuh misi kemanusiaan menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Sementara di dalam negerinya dia sangat populer karena selama kepemimpinannya ia tidak pernah mengumbar janji pemerataan pembangunan dan pemberantasan korupsi. Namun ternyata sangat luar biasa dia berhasil menghilangkan korupsi di pemerintahan. Itulah kenapa para pelopor gerakan sekuler di Turki tidak bisa menjatuhkan kabinetnya karena dia adalah seorang yang sangat mendapat dukungan penuh rakyat kecil.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: