Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dan Kab. HSS pada 2010


Ada rasa gembira campur sedih ketika hasil Indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia dan Propinsi (Kalimantan Selatan) dan juga Kabupaten (Hulu Sungai Selatan) 2010 yang diekspose pada akhir 2011 ini. Gembira karena ada kemajuan, ataupula stagnan dan tidak mundur, dan sedih karena masih banyak negara tetangga, atau daerah tetangga yang lebih tinggi IPM nya dari kita.

IPM merupakan Indikator Keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia. (masyarakat/penduduk). Salah satu ukuran kinerja baik itu nasional. Ukuran IPM diwakili oleh 3 (tiga) parameter yang terdiri atas: angka harapan hidup, pencapaian pendidikan (angka melek hurup dan lamanya pendidikan), dan paritas dayabeli.

Dibutuhkan good will dari pemerintah untuk lebih konsent menggelontorkan dana (APBN / APBD) pada proyek-proyek pembangunan manusia, baik di bidang pendidikan, kesehatan ataupun program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Serta pemerintah jangan terlena dengan proyek-proyek fisik mercu suar yang secara tekhnis tidak memiliki efek langsung kepada pembangunan manusia.

Secara teori, menurut saya tidak perlu dipertentangkan antara pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi. Terpenting adalah skala prioritas ataupun skala keseimbangan, walaupun secara pribadi saya lebih memprioritaskan pembangunan manusia, karena lebih fundaemntal. Memang hasilnya tidak terlihat oleh mata, dan sulit untuk diukur secara tepat dan cepat. Namun InsyaAllah kalau program itu dikontrol dengan baik maka akan berefek jangka panjang, multidemensi dan menyebar. Yang tentunya ini berbeda dengan pembangunan ekonomi lebih khusus dalam bentuk fisik yang hasilnya akan langsung terlihat dan nyata.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2010

Peringkat Indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2010 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan penilaian The United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menduduki peringkat 108 naik 3 peringkat dari sebelumnya 111 pada 2009. Meski mengalami kenaikan sayangnya Indonesia masih jauh berada dibawah Malasyia yang menduduki peringkat 57.

Direktor Human Development Report Office Jeni Klugman mengatakan dari sisi peringkat Indonesia mengalami perbaikan. Bahkan Indonesia menduduki peringkat 10 besar sebagai negara yang mengalami perubahan tertinggi dalam IPM sejak 1970 sampai dengan 2010 (empat dekade). “Indonesia menduduki peringkat keempat dari 10 negara dengan rangking tertinggi

Secara kategori, dari sepuluh negara tertinggi itu hanya Indonesia dan Korea Selatan yang mempunyai perubahan cukup bak. Dilihat dari sisi pendapatan ataupun non pendapatan. “Cina sebetulnya cukup baik, tapi hanya dari sisi pendapatan sementara dari pendidikan dan kesehatan masih kurang, sehingga jadi terjadi imbalances.

Laporan ini dibuat dengan mengambil sample 135 negara yang secara populasi merupakan 92 persen dari penduduk dunia. Riset dan penghitungan data selama enam bulan dan dihitung secara rata-rata disetiap negara

IPM tahun ini peringkat Philipina lebih baik daripada Indonesia. Philipina menduduki urutan ke-97 atau 11 peringkat di atas Indonesia. Philipina cukup baik karena investasinya dibidang pendidikan. “Sementara dari sisi pendapatan Philipina sedikit lebih besar dibandingkan dengan Indonesia,”

Dalam data UNDP dsebutkan dari 11 negara Asia Tenggara Indonesia hanya unggul dari Vietnam peringkat 113, Myanmar (132), Timor Leste (120), Kamboja (124) dan Laos (122). Sementara Singapura menduduki peringkat tertinggi di posisi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Hulu Sungai Selatan pada 2010

Berdasarkan skala intenasional pada tahun 2010 ini seluruh Kab/Kota di Kalimantan Selatan nilai IPM nya sudah masuk kriteria menengah atas, yang mana pada tahun sebelumnya Kab. Balangan masih berstatus menengah bawah.

Adapun Kab. Hulu Sungai Selatan sejak tahun 2007 sampai sekarang tetap pada posisi ke 6 se Kalimantan Selatan, dengan urutan IPM tertinggi adalah Banjarbaru, Banjarmasin, Kota Baru, Tanah Laut, Banjar, HSS, HST, Tapin, Tabalong, Tanah Bumbu, HSU Barito Kuala dan terakhir Balangan. Dari sini terlihat bahwa selama beberapa tahun ini HSS tidak dapat menggenjot peringkatnya untuk naik ke posisi yang lebih tinggi, dan berbeda dengan tahun yang sebelumnya dimana HSS menempati peringkat ke-2 (2009), ke-3 (2008) dan ke-2 (2007) dalam hal percepatan pencapaian nilai IPM, namun di tahun 2010 ini hanya menempati urutan ke 11. Hal ini menunjukkan bahwa pada Tahun 2010 walaupun ada peningkatan nilai IPM namun peningkatan itu sangatlah sedikit kalau dibandingkan dengan Kab/Kota yang lain.

Walaupun demikian tetap membanggakan bahwa HSS memimpin nilai IPM tertinggi di Banua Anam sejak 2007 sampai sekarang

 Ukuran IPM dapat dabat dijabarkan dalam angka harapan hidup, angka melek hurup, angka rata-rata lamanya pendidikan, dan paritas dayabeli. Mari kita lihat satu persatu :

Angka Harapan Hidup Masyarakat HSS pada Tahun 2010 ini tercatat 63,95 tahun. Dalam artian rata-rata umur orang HSS adalah seperti itu, kalau dibandingkan dengan tahun 2005 maka ada peningkatan harapan hidup selama 1 tahun, 4 bulan 6 hari dan ini menunjukkan bahwa aspek kesehatan masyarakat ada kemajuan.

Namun kalau dibandingkan dengan Kab/Kota lain di KalSel maka angka angka harapan hidup HSS termasuk rendah, lebih rendah dari kabupaten tetangga Tapin dan HST. Maka kalau kita urutkan dari angka harapan hidup tertinggi : 1. Tala (68,39), 2. Banjar Baru (67,48), 3. Tapin (67,22), 4. Banjarmasin (66,14), 5. Kota Baru (65,46), 6. HST (65,28), 7. Banjar (65,25), 8. Tanbu (64,94), 9. HSS (63,95), 10. Tabalong (63,08), 11. HSU (63,07), 12. Batola (61,86), 13. Balangan (61,73),

Angka Melek Huruf Masyarakat HSS pada Tahun 2010, angka ini akan menunjukkan persentase melek huruf di Kab/Kota. Di HSS angka melek huruf pada tahun 2010 sebesar 96,77 % dalam artian masih ada 3,21 % yang masih buta huruf.

Kalau kita urutkan dari angka melek huruf tertinggi Kab/Kota Se KalSel adalah sebagai berikut : 1. Banjarmasin (98,28), 2. Banjar Baru (98,10), 3. HST (97,42), 4. HSS (96,77), 5. Banjar (96,03), 6. Tabalong (96,01), 7. HSU (95,99), 8. Tapin (95,70),9. Balangan (94,91), 10. Tanbu (94,72), 11. Kota Baru (94,03), 12. Tala (93,29), 13. Batola (93,03)

Angka Rata-Rata Lamanya Pendidikan/Sekolah Masyarakat HSS pada Tahun 2010, semakin tinggi angka rata-rata ini menunjukkan angka lamanya pendidikan sekolah masyarakat. Masyarakat HSS pada 2005 memiliki angka 6,6 tahun masa sekolah, artinya sekitar kelas 1 / VII SLTP putus sekolah. Dan pada tahun 2010 menjadi 7,35 tahun atau kelas 2 / VIII SLTP putus sekolahnya. Kalau dibandingkan dengan target yang diusulkan UNDP yaitu 15 tahun, atau program pemerintah dengan wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun maka angka rata-rata lamanya sekolah masyarakat HSS masih sangat jauh dari harapan.

Urutan dari angka rata-rata lamanya Pendidikan/Sekolah Masyarakat tertinggi Kab/Kota Se KalSel adalah sebagai berikut :

1.Banjar Baru (9,85), 2. Banjarmasin (9,56), 3. Tabalong (8,14), 4. Batola (7,77), 5. HST (7,44), 6. HSS (7,35), 7. HSU (7,27), 8. Banjar (7,25), 9. Tapin (7,12), 10. Tanbu (7,12), 11. Kota Baru (7,03), 12. Balangan (6,97), 13. Tala (6,88)

Daya Beli Masyarakat Kabupaten HSS pada Tahun 2010, daya beli merupakan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya dalam bentuk barang dan jasa. Kemampuan ini sangat tergantung kondisi daerah, dengan harga rill di daerah masing-masing. Kemampuan daya beli masyarakat Kal Sel dan HSS terus meningkat dari tahun ke tahun dan ini menunjukkan bahwa perekonomian juga semakin membaik. Dari hasil angka yang ada HSS menempati urutan ke dedua di bawah Kab. Kotabaru

Urutan Daya Beli Masyarakat HSStertinggi Kab/Kota Se KalSel adalah sebagai berikut : 1. Kota Baru (653,6), 2. HSS (648,81), 3. Banjar Baru (645,87), 4. Banjarmasin (643,96)  5. Banjar (643,94), 6. Tabalong (638,85), 7. Tanbu (635,59), 8. HST (635,57), 9. Batola (634,53), 10. Tala (633,74), 11. HSU (632,92), 12. Tapin (627,15), 13. Balangan (618,95)

Dari hasil IPM ini dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari PDRB tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga seharusnya lebih diprioritaskan terhadap porgram pengentasan kemiskinan, pelayanan kesehatan dan peningkatan lama sekolah.

Mudah-mudahan Banua kita naik terus IPM nya, tentunya sekali lagi dengan adanya good will dari pemerintah serta didukung oleh masyarakat luas.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: