Sejarah dan Harapan Kemenangan


Dari sejarah perjuangan umat, kita akan dapati berita kemenangan Islam. Renungkanlah pertolongan Allah yang selalu datang ketika dibutuhkan. Perhatikanlah sejarah Hijrah, Perang Badar, dan Perang Khandaq. Cermatilah saat Allah menolong Khalifah Abu Bakar melawan kaum murtadin yang disesatkan nabi-nabi palsu (Musailamah, Sajjah, Aswad Al-Unsi, Thulaihah Al-Asadi, dll); melawan para penentang zakat.

Bacalah sejarah perang Salib, dalam perang ini kaum salibis pernah menguasai Palestina selama 90 tahun, tapi kemudian munculah Imaduddin Zanki, Mahmud Asy-Syahid, dan Shalahuddin Al-Ayubi sehingga Palestina kembali dapat dikuasai.

Peperangan di Mesir berakhir dengan ditawannya Louis IX di Dar Ibn Luqman di Manshuriah. Kata Syaikh Yusuf Al-Qaradhawy hal ini mengisyaratkan bahwa umat Islam bisa saja ‘tertdur’ atau ‘sakit’, namun ia tidak akan ‘mati’, selama di dalam darah umat Islam masih mengalir darah aqidah dan selama ada orang yang memimpin mereka untuk menegakkan Laa Ilaaha Illallaah.

Lihatlah bagaimana Khilafah Abbasiyah runtuh  oleh Pasukan Tar-tar yang beringas hingga darah mengalir bagaikan sungai dan sungai Dajlah menghitam karena banyaknya kitab-kitab karya peradaban Islam yang dibuang ke sungai tersebut. Tapi tak lebih dari 2 tahun setelah peristiwa tersebut, terjadi 2 mukjizat Islam. Pertama, Islam dapat mengalahkan bangsa Tar-tar dalam peperangan ‘Ain Jalut yang lagendaris, di bawah pimpinan Mamluki yang saleh, Saifudin Qathiz, dan dengan bala tentara Mesir, pada  tanggal 25 Ramadhan 658 H. Tepat 2 tahun setelah jatuhnya Baghdad. Padahal bangsa-bangsa di dunia pada saat itu menganggap bahwa pasukan Tar-tar adalah pasukan yang tak terkalahkan. Kedua, Bangsa Tar-tar yang menjajah menjadi pemeluk agama bangsa yang dijajahnya.

Pada zaman modern  kita menyaksikan perlawanan heroik melawan penjajahan yang digerakkan umat Islam di atas semangat jihad, Abdul Qadir al-Jazairi di Aljazair; Amir Abdul Karim al-Khatabi di Maroko; Umar Mukhtar di Libya; Syaikh Izuddin al-Qassam di Palestina. Bernard Lewis dalam bukunyaBarat dan Timur Tengah, mengakui bahwa gerakan-gerakan keagamaanlah penggerak berbagai perang kemerdekaan di seluruh negeri-negeri Islam melawan penjajah.

Bila kita jeli melihat kondisi umat ini, nampaklah kepada kita umat kini tengah bangkit dari keterpurukannya. Dalam bukunya Trend Islam 2000, Murad Hoffman mengemukakan hal tersebut. Dia melihat ‘sedikit optimisme’ setelah membandingkan antara kondisi umat di abad ini dengan kondisi umat di 1 abad sebelumnya.

Antara lain ia mengungkapkan bahwa pada tahun 1800-an kondisi tempat-tempat suci di Makkah dan Madinah amat kotor, tidak aman, dan tersebar khurafat. Bahkan minum-minuman keras dan pelacuran terjadi di sekitar tanah Haram atau di tanah Haram itu sendiri; shalat tidak dilakukan teratur oleh para jama’ah haji.  Sedangkan saat ini kondisi tersebut telah berubah total.

Dulu mayoritas orientalis mempelajari Islam dengan sikap kebencian dan permusuhan. Tapi kini mulai muncul sikap empati dan menghargai.

Pada abad ini berbagai gerakan keagamaan muncul membangunkan umat. Islam masuk dalam agenda politik. Contohnya adalah gerakan al-Ikhwan al-Muslimun yang dibangun Hasan al-Banna di Mesir. Dulu Barat memprediksi Islam akan segera lenyap. Tapi kini tak ada seorang pun yang akan menduga seperti itu. Bagaimana mungkin terjadi sedangkan perkembangan Islam di Barat kini demikian cepat. Maka para Jenderal NATO memprediksi bahwa pada masa yang akan datang perseruan militer bukan lagi terjadi antara Barat dan Timur, akan tetapi antara Utara dan Selatan. Dan Islam adalah musuh yang perlahan tapi pasti akan segera muncul menjadi kekuatan penentang.

“Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membeiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya…” (HR. Ahmad).

Eropa akan dikuasai Umat Islam

Abdullah bin Amru bin Ash mencatat hadits dari Rasulullah yang ditanya, “Kota mana yang akan lebih dahulu dibebaskan Islam, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah (Konstantinopel / Istambul) yang akan dibebaskan terlebih dahulu!”

Nubuwwah tersebut terbukti pada Abad  ke-9 Hijriyah, bertepatan dengan abad ke-15 Masehi. Tepatnya pada hari Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M. Pembebasan Konstantinopel pada saat itu dipimpin oleh seorang Komandan muda Utsmani berusia 23 tahun yang bernama  Muhammad bin Murad atau dikenal juga dengan sebutan Muhammad Al-Fatih.

Saat ini kita masih menunggu nubuwwah kedua yaitu dibebaskannya Roma (Italia). Insya Allah negeri ini akan segera kita kuasai. Syaikh Yusuf Qaradhawy menduga pembebasan Roma ini akan terjadi dengan perantaraan pena dan diplomasi. Wallahu a’lam.

Meluasnya kekuasaan Islam di Timur dan Barat

“Sesungguhnya Allah SWT telah memperlihatkan kepadaku bumi bagian timur dan bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencakup bumi yang aku lihat itu.” (HR. Muslim)

Kemakmuran Umat Islam

“Hari kiamat tidak akan terjadi hingga harta umat Islam demikian melimpah dan berlebih, hingga orang yang mempunyai harta kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya, dan jika ingin memberikan hartanya kepada seseorang, orang yang akan diberikan harta tersebut berkata, ‘Aku tidak memerlukannya’” (Hadits Muttafaq ‘alahi)

Kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah

“Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan atas manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga Allah mengangkatnya, kemudian datang masa kerajaan yang buruk/zalim (mulkan ‘aadhon) selama beberapa masa, selanjutnya datang masa kerajaan dictator (mulkan jabariyyan) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan (terulang lagi) khilafah ‘ala minhajin nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian. “ (HR. Ahmad, al-Bazzar, dan Thabrani).

Al-Mubasyiraati bintishaaril Islami, Syaikh Yusuf Qaradhawy

http://al-intima.com/harakatuna/berita-kemenangan-islam

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: