Taman Hutan Rakyat Sultan Adam, Mandiangin


Air Terjun

Air Terjun

Beberapa hari yang lalu saya rekreasi ke Taman Hutan Rakyat Sultan Adam di Kabupaten Banjar yang merupakan salah satu obyek wisata alternatif andalan di Kalimantan Selatan. Sedikit informasi dan oleh-oleh  rekreasi saya buat kawan-kawan.

Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung yang ingin menikmati bentang alam pegunungan Meratus mencapai 1.000-an orang. Bahkan pada awal tahun 2012 kemarin  jumlah pengunjung saat tahun baru mencapai 5.000-an orang.

Kolam

Kolam

Kawasan TAHURA Sultan Adam berdasarkan Keppres RI No. 52 Tahun 1989 seluas 112.000 Ha, berasal dari beberapa kawasan hutan, yaitu:

  1. Hutan Lindung Riam Kanan : Kawasan ini ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian No. 10/Kpts/Um/I/1975 tanggal 8 Januari 1975 seluas +55.000 Ha.
  2. Hutan Lindung Kinain Buak : Kawasan ini ditunjuk melalui SK Gubernur Jenderal No. 33 tanggal 8 Mei 1926 seluas +13.000 Ha.
  3. Suaka Margasatwa Pelaihari Martapura :Kawasan ini ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian No. 65/Kpts/Um/2/1974 tanggal 13 Pebruari 1974 dan No. 765/Kpts/Um/10/1980 tanggal 23 Oktober 1980 seluas +36.400 Ha.
  4. Hutan Pendidikan UNLAM : Kawasan ini ditunjuk melalui SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980 tanggal 31 desember 1980 dengan luas +2.000 Ha.
Tempat Pungutan Retribusi Masuk - Papan Retribusi

Tempat Pungutan Retribusi Masuk - Papan Retribusi

Pembangunan TAHURA Sultan Adam sebagai upaya konservasi sumber daya alam dan pemanfaatan lingkungan melalui peningkatan fungsi dan peranan hutan di Kalimantan Selatan, mempunyai maksud dan tujuan:

  1. Sebagai sumber genetik dan plasma nutfah.
  2. Pusat informasi, penelitian, pembinaan dan koleksi flora dan fauna serta lingkungan khususnya hutan hujan tropis di Kalimantan Selatan bagi generasi kini dan mendatang.
  3. Meningkatkan fungsi hidrologi DAS Riam Kanan dan sekitarnya.
  4. Mencegah erosi dan banjir serta pendangkalan waduk PLTA Ir. P. M. Noor yang merupakan satu-satunya PLTA di Kalimantan Selatan.
  5. Peredam polusi melalui prinsp “Paru-paru Lingkungan” baik yang ditimbulkan oleh kendaraan umum maupun industri yang ada di kota banjarmasin dan sekitarnya.
  6. Wahana rekreasi dan wisata alam di daerah Kalimantan Selatan.
Kantor Tahura Sultan Adam

Kantor Tahura Sultan Adam

Kawasan TAHURA Sultan Adam didominasi oleh flora jenis Pampahi (Ilexsimosa), Wangun (Evodia spp), Bilayang Putih (Aglaia sp), Palawan (Cratoxylon glaucum), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Keranji (Acronychia pedunculata), Mahirangan (Diospyros maingayi), Tarap (Arthocarpus spp) dan Laban (Vitex pubescens).

Adapun beberapa jenis fauna penting yang mempunyai nilai komersil tinggi adalah Bekantan (Nasalis larvatus), Owa-owa (Hylobates meauleri), Beruang Madu (Helarcetos malayanus), Kijang (Montiacus muntjak), Kuau (Argussines argus), Kilahi (Presbytis kubianda), Rusa (Cervus unicolor), Warik (Macaca sp), Babi Hutan (Sus vitatus) dan Ayam Hutan (Lophura nobilis).

Potensi Wisata

    1. Danau/Waduk PLTA Ir. P. M. Noor
      Berupa danau/waduk seluas +8.000 Ha dengan fungsi utama sebagai pembangkit listrik tenaga air satu-satunya di Propinsi Kalimantan Selatan. Berperan penting sebagai pengatur tata air, mencegah erosi dan banjir. Sebagai obyek wisata alam, danau/waduk ini memiliki bentang alam yang menarik dengan panorama danau, lembah dan bukit disekelilingnya serta untuk kegiatan olah raga air.
    2. Pulau Pinus
      Berupa pulau seluas +3 Ha, terletak ditengah danau/waduk, dapat ditempuh +15 menit dari Pelabuhan Tiwingan. Pulau ini didominasi oleh tanaman Pinus merkusili.
    3. Pulau Bukit Batas
      Pulau seluas +1 Ha, ini berdekatan letaknya dengan Pulau Pinus, dapat ditempuh +30 menit dari Pelabuhan Tiwingan. Seperti halnya dengan Pulau Pinus, kawasan ini cocok untuk rekreasi santai dan olah raga air.
    4. Air Terjun Surian
      Air terjun ini terdiri dari air terjun Surian, air terjun Batu Kumbang dan air terjun Mandin Sawa yang sangat menunjang kegiatan Bina Cinta Alam. Dari sungai Hanaru dapat dicapai +2 jam dengan menelusuri sungai Hanaru atau +13 jam melalui jalan patroli yang sudah ada.
    5. Air terjun Bagugur
      Air terjun ini terletak di hulu sungai Tabatan. dari desa Kalaan dapat ditempuh +1-2 jam melalui jalan reboisasi dan areal bekas perladangan berpindah.
    6. Bumi Perkemahan Awang Bangkal
      Bumi perkemahan ini seluas +6 Ha terletak di daerah Awang Bangkal. Tidak jauh dari jalan raya Banjarbaru – Pelabuhan Tiwingan, berada di dekat sungai Tambang Baru, sehingga mudah mendapatkan air. Bentang alam dari bukit disekelilingnya serta tepian sungai Tambang Baru merupakan daya tarik tersendiri.
    7. Pusat Pengelola/Informasi di Mandiangin
      Kawasan ini terletak di daerah Mandiangin merupakan suatu komplek bangunan yaitu kantor pusat pengelola, kantor pusat informasi sumberdaya alam, plaza dan bumi perkemahan. Di areal ini terdapat prasasti peresmian berdirinya TAHURA Sultan Adam dan Puncak Penghijauan Nasional (PPN) ke 29 yang ditandatangani oleh Presiden RI Bapak Soeharto. Di lokasi ini pula pusat pengelolaan Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan UNLAM. Pada pengembangan selanjutnya kawasan ini akan dikembangkan menjadi arboretum, penangkaran satwa, taman safari, kolam renang, taman burung, bumi perkemahan dan akan dilengkapi dengan souvenir shop dan lain-lain.
    8. Kolam Belanda
    9. Instalasi Out Bond (Fliying fox) yang mana barumulai dioperasikan November 2011 dan kandang rusa yang baru selesai dibangun
Instalasi Out Bond

Instalasi Out Bond

Beberapa obyek yang menjadi tujuan pengunjung adalah air terjun Mandiangin dan kolam Belanda. Untuk mendukung akses pengunjung, jalur yang menuju ke air terjun Mandiangin sepanjang sekitar 400 meter telah dibangunkan tangga dari semen.

Mushalla

Mushalla

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: