Galian Batu di sekitar Tahura Sultan Adam


Ketika saya masuk dalam Tahura Sultan Adam, Mandiangin dan menelusurinya dalam beberapa hari, dan bahkan menerobos dan mencapai puncak beberapa bukit disana. Ada yang sedikit mengecawakan buat saya, yaitu adanya galian batu (Galian C) yang menurut pandangan saya sangat tidak cocok ada disana kerana  akan berdampak pada keindahan, dan lebih jauh adalah pada lingkungan, konstruksi tanah dan resapan air serta kualitasnya.

Berbicara tambang galian c ini selalu indentik dengan lingkungan sekitar, jadi sebelum diolah harus mengantongi izin terlebih dahulu. Umumnya tambang galian C seperti batu, akan merombak struktur di sekitar seperti hutan, tangkapan air dan masih banyak lagi.

Saya rasa sudah selayaknya Pemkab  dalam hal ini instansi terkait  selektif dan ketat dalam menerbitkan izin galian C sehingga tidak menghambur-hamburkan izin demi mengejar pendapatan daerah, namun berdampak negative terhadap lingkungan. Selain selektif dalam pemberian izin juga ketat dalam penindakan dan pengawasan kepeda galian yang tidak memiliki izin.

Memang harus diakui banyak bukit-bukit yang dipermukaannya banyak batu (galian C) di Tahura Sultan Adam, mandiangin. Namun menurut saya tidak sepetutnya dieksploitasi .

Saya kurang jelas juga, apakah galian c di sekitar tahura ini sudah memiliki izin atau illegal, karena dalam penglihatan saya sangat banyak temapt galian batu di sana, berjejer galian batunya, ketika sudah tidak menghasilkan maka lokasinya mereka pindah ketempat lain yang tidak jauh dari tempat semula.

Bekas galian yang sudah ditinggalkan

Bekas galian yang sudah ditinggalkan

Air  disekitar tahura juga kurang jernih, tidak seperti yang dulu saya pernah kunjungi pada sekitar tahun 2007 an, apalagi setelah hujan airnya sangat keruh.

Air Keruh di sekitar galian

Air Keruh di sekitar galian

Sungai Kecil di sekitar Tahura Sultan Adam

Sungai Kecil di sekitar Tahura Sultan Adam

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: