Becak Tenaga Surya


Nih ada sebuah cerita, kata seorang Ustadz ketika hendak memulai materinya. Sekarang tekhnologi sudah canggih luar biasa, kata beliau. Semua tekhnologi digunakan untuk memudahkan aktifitas masyarakat. Bahkan, kata beliau melanjutkan, di sebuah kota di negara kita ini sudah ada Becak dengan Tenaga Surya, Becak Tenaga Surya. (Dengan suara lantang beliau melanjutkan, kamipun sebagai pendengar semakin tertarik, apalagi mendengar kata-kata Becak Tenaga Surya). Becak tenaga surya ini luar biasa kata beliau, tak pantang menyerah dan kendor, entah jalan datar atau menanjak, lanjut beliau melanjutkan dengan penjelasan panjang lebar. Akhirnya beliau sampai pada nama becak temuan baru ini, nama beca ini adalah : Becak Pak Surya . . . . (Selang beberapa detik ruangan dipenuhi dengan tawa lepas kawan-kawan, ternyata Becak itu adalah becak Tenaga Pak Surya . . .  🙂 )

Becak Tenaga Pak Surya (Ilustrasi)

Becak Tenaga Pak Surya (Ilustrasi)

————————–

Cerita inilah yang akhirnya membuat saya termotovasi untuk bertanya pada “mbah google” tentang becak tenaga surya, dan ternyata sama menemukan Becak Tenaga Surya yang asli.

—————————

Becak merupakan alat transportasi dari jaman dahulu kala yang menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Keuntungan dari becak adalah zero emition yang dihasilkan. Bandingkan dengan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil untuk proses pembakarannya. Polusi udara menjadi akibat yang tak terhindarkan. Kondisi inilah yang menimbulkan ide kreatif untuk menciptakan becak yang ramah lingkungan dan ramah terhadap pengemudinya.

meguru-becak-listrik-dari-jepang

meguru-becak-listrik-dari-jepang

Becak Listrik Tenaga Surya diciptakan oleh 2 orang mahasiswa Politeknik Elektronika Institut Sepuluh November. Dengan energi listrik yang terasa penuh, becak tenaga surya ini bisa menempuh perjalanan sejauh 15 km dengan beban 2 orang dewasa dan kecepatan 10 – 20 km/jam.

Becak ini menggunakan solar sel berukuran 50 WP yang menghasilkan daya lisitrik 10V/2A. Energi sinar Matahari dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik sebagai energi penggerak. Bagaimana jika sinar matahari sangat minim, misalnya saat musim hujan? Ada pedal yang dapat dikayuh secara manual untuk mengisi energi listriknya. Tapi siap-siap saja capek, karena butuh memutar pedal selama 3 jam untuk mengisi penuh energinya😀. Jangan khawatir, becak ini dapat dicharge dengan listrik seperti layaknya HP kok.

Becak Tenaga Surya dari Inggris

Becak Tenaga Surya dari Inggris

———————-

Jadi ternyata Becak Tenaga Pak Surya sudah berubah menjadi Becak Tenga Surya sesungguhnya, bisa jadi ini menjadi alternatif baru untuk para investor angkutan serta juga Pemerintah  Daerah yang berkeinginan memanusiakan para abang tukang becak, dan ini juga bisa menjadi alternatif  bagi daerah yang labi bermlsah dengan Bentor, seperti Gorontalo, Palangkaraya, Medan, Aceh dan juga Kandangan, Kal Sel. walaupun tentunya perlu dipelajari lebih dulu secara mendalam segala konsekwensinya.

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

3 responses to “Becak Tenaga Surya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: