Shifting of Civilization


Ada tesis yang menyatakan bahwa krisis ekonomi yang menimpa Eropa dan Amerika sekarang ini bukan ekedar krisis ekonomi tetapi ini adalah krisis peradaban. Krisis yang menyentuh semua sendi sendi pemikiran dasar yang membangun peradaban itu.

Karena Awal dari krisis eropa ini adalah masalah demografi. Adanya ktidakseimbangan populasi jpenduduk secara umur. Terhentinya mayoritas kelahiran bayi, dengan semakin banyaknya orang-orang tua dengan ditunjang angka harapan hidup yang tinggi (80 tahunan), sementara tingkat kesejahteraannya tinggi dengan adanya jaminan sosial yang tinggi pula. Kalau tidak ada anak-anak yang lahir, secara perlahan-lahan komposisi demografinya berubah, jumlah orangtuanya menjadi lebih dominan. Kalau orang pensiun di umur 60 th, artinya orang ini harus ditanggung oleh orang yang hidup dibawah 60 tahun.  Pensiunan itu, jaminan hari tua/jaminan sosial. Dan mereka semua  ditanggung, kalau usia harapan hidupnya lebih dari 80 tahun, artinya rata rata mereka ditanggung lebih dari 20 tahun.  Lama kelamaan jumlah penanggungnya ini berkurang, tidak akan kuat memikul beban itu. Karena yang bertambah adalah yang berusia di atas 60, sementara usia dibawah ini tidak bertambah.

Inilah awal krisis di erofa yang bisa membangkrutkan sebuah negara, krisis 2008 yang lalu, yang bangkrut itu perusahaan multi nasional. Krisis yang akan datang ini yang bangkrut negara. Misalnya Yunani, itu utangnya 120% dari PDBnya, artinya kalau seluruh kekayaan negara dan rakyatnya dikumpulkan, belum bisa bayar utang itu, masih ada sisa 20%.

Menurut Ust Anis Matta, Lc, ada beberapa peristiwa penting dalam perjalanan Dunia Islam modern dalam rentang 10 tahu yang lalu, sekarang dan yang akan datang, yaitu 10 Tahun yang lalu  2001, itu terjadi peristiwa 911, muncullah satu isyu yang merusak secara sangat massif hubungan antara dunia Islam dan barat, yaitu isyu terorisme. Sekarang 10 Tahun kemudian ada dua peristiwa yang tidak ada hubungannya dengan terorisme itu, sama sekali tidak ada. Yang pertama adalah krisis ekonomi glonal di eropa dan amerika. Yang kedua adalah revolusi di Timur Tengah. Ini tidak ada hubungannya dengan isyu terrorisme. Yang terjadi di timteng bukan hanya shifting of power, bukan hanya peralihan kekuasaan yang disebabkan oleh revolusi, tetapi yang lebih penting dari itu, ini adalah pencarian sebuah kawasan, sebuah ummat, akan jalan kebangkitan mereka. Jadi mereka sudah mendobrak satu gerbang yang paling berat untuk mereka dobrak untuk kebangkitannya yaitu politik. Sekarang mereka tidak punya lagi hambatan politik untuk maju. Karena demokrasi ini akan membuka pintu partisipasi seluas-luasnya bagi mereka. Dan 10 tahun yang akan datang  Insya Allah akan lahir fondasi peradaban baru dunia, yang berporos dari Timur Tengah, Erofa dan Asia.

Baca juga tulisan saya sebelumnyaEfek Bola Salju Revolusi Arab (Kembalinya Kekuatan Islam Politik) https://avivsyuhada.wordpress.com/2011/12/20/efek-bola-salj…-islam-politik/ , Perjalanan Pemikiran Politik Islam. https://avivsyuhada.wordpress.com/2011/12/27/perjalanan-pem…-politik-islam/ dan Sejarah dan Harapan Kemenangan.

Salah satu tonngak fondasi peradaban ini adalah di Erofa.

Pada abad ke-20, Islam berkembang dengan sangat pesat di daratan Eropa. Perlahan-lahan, masyarakat di benua biru yang mayoritas beragama Kristen dan Katholikini mulai menerima kehadiran Islam. Tak heran bila kemudian Islam menjadi salah satu agama yang mendapat perhatian serius dari masyarakat Eropa. Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur’an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.

Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris.

Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis.

Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa.

Meminjam Istilah Ust Anis Matta, yang terjadi saat ini bukan sekedar tadawwulushshultoh atau shifting of power. Tetapi ini merupakan tadawululhafdhorot atau shifting of civilization. Atas dasar inilah penting adanya Hiwarul hadhorot / Dialog Peradaban.

Tentunya Hiwarul hadhorot / Dialog Peradaban ini sedikit berseberangan dengan teorinya  Samuel P. Huntington yaitu Clash of Civilizations. Teori tinggallah teori, kila lihat saja prosesnya berjalan.

Hiwarul hadhorot / Dialog Peradaban ini sangat penting. Seperti zaman-zaman awal kebangkitan Islam dimana ada Dialog Peradaban Islam dengan Persia Yunani dan Romawi. Ada transfer ilmu pengetahuan dan tekhnologi.  Sehinnga bagunan peradaban itu tidak   tidak lagi memulai dari awal. Tidak memulai dari mana barat bangkit. Tetapi memulai darimana barat berhenti.

Abdullah bin Amru bin Ash mencatat hadits dari Rasulullah yang ditanya, “Kota mana yang akan lebih dahulu dibebaskan Islam, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah (Konstantinopel / Istambul) yang akan dibebaskan terlebih dahulu!”

Nubuwwah tersebut terbukti pada Abad  ke-9 Hijriyah, bertepatan dengan abad ke-15 Masehi. Tepatnya pada hari Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M. Pembebasan Konstantinopel pada saat itu dipimpin oleh seorang Komandan muda Utsmani berusia 23 tahun yang bernama  Muhammad bin Murad atau dikenal juga dengan sebutan Muhammad Al-Fatih.

Saat ini kita masih menunggu nubuwwah kedua yaitu dibebaskannya Roma (Italia). Insya Allah negeri ini akan segera kita kuasai. Syaikh Yusuf Qaradhawy menduga pembebasan Roma ini akan terjadi dengan perantaraan pena dan diplomasi.

Maka teruslah bekerja kawan, kita mulai dari titi terkecil. Jangan pernah termangu dan hanya sekedar memberikan kritik dan komentar. Bekerjalah sampai kita bertemu di garus ujung.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

2 responses to “Shifting of Civilization

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: