Cinta Lingkungan : Gunakan Botol Isi Ulang


Sahabat Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menggunakan botol air minum isi ulang agar tidak menambah jumlah sampah botol plastik kemasan sekali pakai.

“Laku hidup itu bukan hanya selaras dengan kelestarian alam, tetapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni pihak swasta dalam kepemilikan akses air bersih,” kata Ketua Sahabat Lingkungan Walhi Yogyakarta Mulia Putri, terkait dengan Hari Air Sedunia, di Yogyaka.

Menurut dia, dengan membawa air minum dalam botol isi ulang, masyarakat bisa melakukan penghematn yang luar biasa. Hal itu bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membeli air minum dalam kemasan sekali pakai, dan mengurangi beban bumi dari sampah plastik.

“Botol plastik air minum kemasan itu memang dirancang sebagai tempat minum sekali pakai, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan berulang kali. Jadi bisa dihitung berapa jumlah sampah botol plastik yang kita hasilkan setiap hari, dan menjadi sampah bagi bumi ini,” katanya.

Ia mengatakan di masa silam, air minum tidak perlu dibeli. Untuk memastikan kuman dan bakterinya aman untuk masuk ke tubuh, masyarakat cukup merebusnya sampai mendidih.

“Bagi orang yang bepergian dari rumah biasanya membawa botol atau termos air minum yang warnanya sangat menarik, dan bentuknya lucu. Orang tua tidak perlu memberi uang kepada anaknya untuk membeli air minum,” katanya.

Saat ini, menurut dia, keadaannya sungguh jauh berbeda. Tidak banyak lagi orang yang mau bersusah payah untuk merebus air, apalagi untuk membawa air minum sendiri dalam perjalanannya.

“Dengan alasan tidak mau repot dan praktis, banyak orang yang lebih suka membeli air minum dalam botol plastik kemasan sekali pakai yang dijual di warung dan toko. Orang cukup membeli di sebuah warung yang
menjual air minum dalam botol plastik kemasan sekali pakai, kemudian botolnya dibuang,” katanya.

Ia mengatakan air adalah hajat hidup orang banyak, maka ketika ada usaha menelikung dan membatasi akses orang terhadap air yang bersih, dan sehat, tentu bertentangan dengan peraturan dan undang-undang (UU) di negeri ini.

Fenomena pembatasan akses itu terlihat dari beberapa daerah sumber air yang dikelola dan dikuasai swasta. Usaha pembatasan itu dengan dalih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah sumber air dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Selain itu, alasan yang ditawarkan kepada masyarakat adalah semakin praktis dan mudah memperoleh air minum dalam kemasan. Hanya dengan membayar sekian rupiah, maka sebotol air minum dapat dinikmati dan diminum langsung tanpa perlu direbus.

“Namun, botol air minum kemasan sekali pakai itu akan menambah jumlah sampah di bumi ini. Oleh karena itu, menggunakan botol air minum isi ulang merupakan kebiasaan yang baik karena lebih menghargai alam dengan tidak menambah jumlah botol plastik kemasan sekali pakai,” katanya. (ANT)

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: