Filsafat Jemari Tangan


Tulisan ini saya dapatkan  dari SINI dan tulisan ini sedikit mirip dengan tulisan saya sebelumnya, dengan judul yang juga rada mirip (Filosofi Lima Jari), tapi secara substansi memang rada berbeda,  karena punya sudut pandang yang juga berbeda. Simak Yuu . . .

———————————————————

Alloh SWT menciptakan jemari kita secara sempurna sebanyak lima buah jari seperti ini.

Jemari Tangan Kanan

Marilah kita ambil ayat kauniyah yang sangat akrab dengan diri kita, kelima jari dari salah satu tangan kita. Berbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan dengan menilik jari kita yang lima. Cobalah tilik baik-baik jari kita. Luruskan ia ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renungkan dalam-dalam. Kewajiban shalat lima waktu jangan diabaikan.

Kemudian duduklah bersila. Tempelkan jari itu di atas ubin, lalu perhatikan.

Mula-mula, perhatikan jari kelingking yang kecil dan kerdil, seperti manusia dan apa saja yang akan bermula dari kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa saja yang dilakukan mesti bermula dari kecil, berjenjang naik. Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa depan.

Lalu, beralihlah menilik jari kedua, jari manis namanya. Inilah usia remaja. Usia remaja Isma’il tatkala Nabi Ibrahim AS mendapat isyarat dari Alloh SWT untuk mengurbankannya. Pada ketika ini, alam remaja, awas!!! Banyak kemungkinan menunggu di depan. Jari manis bercincin, godaan romantika yang menjurus ke arah baik atau buruk. Hanya iman kemudian taqwa yang membawa kepada jalan lurus Pada usia ini, segala amalan baik atau buruk sudah mulai dipertanggungjawabkan di hadapan Rabb al ‘A-lamiin, tidak lagi seperti semasa jari kelingking, amal baik atau buruk belum masuk nominasi untuk dihisab di Hari Pengadilan.

Naiklah ke jari tengah. Jari yang paling tinggi. Zaman remaja ditinggalkan. Alam dewasa dijelang, status dan identitas masuk nominasi. Diperingkat umur ini kita haruslah berhati-hati betul, karena menghadapi banyak “hantu”. Hantu hasad / dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati dan seribu macam hantu lagi. Kalau akal gagal mengendalikan al hawa- (hawa nafsu), maka masuklah kita ke dalam perangkat syaithan. Tazkiyatunnafs, menjaga diri dengan melipat-gandakan ‘amal ‘ibadah, itulah pamungkasnya.

Seterusnya, jari telunjuk. Jari inilah yang menunjukkan Tauhid, Esanya Allah SWT ketika shalat. Genggamkan ke semua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan teladan. Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kaya dengan gagasan yang bernas.

Renungkan ibu jari. Besar dan pendek, namun menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Menjadi identitas administratif, cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Tanpa dia tangan tidak dapat memegang. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman dalam hal amal shalih. Sekiranya petunjuk mereka kita patuhi, niscaya kita boleh berkata ahsan, bagus sambil menggengam semua jari dan mengangkat ibu jari ke atas.

Akhirulkalam, coba tilik sekali lagi jari-jari kita yang ditempelkan itu di atas ubin. Renung dan renungkanlah, serta pikirkan dalam-dalam. Dimanakah kita ini sekarang???
Wallahu a’lamu bishshawab.

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: