Simbiosis Mutualisma, Win Win Solution dan Semua Bahagia . . .


Kehidupan Berantai

Benarkah mahluk hidup tidak dapat hidup sendiri? Sebuah pertanyaan yang  cukup sederhana, namun secara aplikatif kadang-kadang banyak  hal yang membuat kita akhirnya sulit menjawabnya.

Secara teoritik  mahluk hidup membutuhkan mahluk hidup lain untuk dapat tetap hidup, kita saling punya hubungan dan kadang-kadang malah ketergantungan. Contohnya tumbuhan membutuhkan manusia untuk menyirami dirinya dan manusia membutuhkan tumbuhan sebagai makanan, kumbang membutuhkan bunga, cecak membutuhkan serangga, namun pola pola hubungan ini seringkali menjadi kompleks.

Sering kali juga kita melihat banyak binatang yang hidup berkelompok, seperti bebek, ayam, burung pipit, kuda dll. Mengapa demikian, pasti ada hikmahnya ? Kuda suka berdiri berdampingan satu dengan yang lain karena mereka saling membantu mengusir serangga yang suka menempel di bagian belakang, perut dan kepala dengan mengibas ekor mereka.

Pola rantai makanan dan hubungan antara makhluk hidup semakin terlihat saling terkait dan berantai, misalnya ayam membutuhkan tumbuhan secara tidak langsung, padahal ayam tidak makan tumbuhan. Karena ayam makan ulat dan ulat makan tumbuhan, inilah hubungan yang merepa punya walaupun tidak memiliki rantai yang langsung terhubung.

Dari sinilah kita dapat mengenal  tiga jenis hubungan antar mahluk hidup. Hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisma). Hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak saja (simbiosis komensalisme). Hubungan yang saling merugikan satu pihak. (simbiosis parasitisme)

Hubungan antara burung jalak dengan badak adalah tergolong jenis hubungan saling membutuhkan karena burung jalak untung karena memakan kutu dari badan badak dan badak untung karena bebas dari kutu yang membuat badannya gatal. Hal ini juga banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita antar manusia. Dari segi yang lain juga bisa kita lihat dari hubungan kumbang dan bunga. Kumbang untung karena mendapat madu dari bunga sebagai makanan sedangkan bunga untung dibantu kumbang untuk  penyerbukan. Contoh lain Ikan dan udang pembersih mulut. Ikan untung karena mukanya dibersihkan udang, sedangkan udang untung karena dapat makanan di muka ikan. Begitupula hubungan  Semut dan Kutu. Semut mendapat makananembun madu dari kutu daun sedangkan kutu daun memperoleh perlindungan dan dibawa kesumber makan oleh semut.

Adapula simbiosis komensalisme, yaitu hubungan dua mahluk hidup dimana hanya satu pihak yang diuntungkan sedangkan yang lain tidak dirugikan. Seperti pohon anggrek yang tumbuh pada tanaman lain. Anggrek untung karena mendapat tempat tinggal sedangkan tanaman lain tidak rugi.

Dan yang terakhir adalah simbiosis parasitisme, hubungan antara 2 mahluk hidup dimana yang satu untung (parasit),yang lain rugi (inang). Yang untung disebut parasit sedangkan yang rugi disebut inang, seperti  kutu rambut. Kutu untung hidup di rambut manusia namun manusia rugi karena kutu bikin gatal kepala dan hisap darah.

——————————————

Begitulah pula pola hubungan dalam kehidupan antar manusia, selayaknya pola yang kita bangun adalah Hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisma), sehingga terjadi sebuah keselarasan dan kebahagian dalam hidup bermasyarakat.

Dan sangat kita hindari sebuah hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak saja (simbiosis komensalisme), apalagi hubungan yang saling merugikan satu pihak (simbiosis parasitisme)

Hubungan dua mahluk hidup yang saling menguntungkan (sama-sama untung) ata simbiosis mutualisma sangat mirip dengan konsep Win Win Solution, dimana komunikasi dan hubungan menghasilkan kemenangan di kedua pihak.  Win-Win ada 2 macam. Yang pertama adalah Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri), kemudian baru Win (tangannya menunjuk ke orang lain). Cukup bagus, tapi ada yang lebih bagus yaitu yang kedua: Win tangannya menunjuk ke orang lain lebih dahulu), baru Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri). Salah satu contoh, ketika kita bisa memastikan orang lain Win terlebih dahulu, maka kita akan bisa menjadi Win. Jangan Win dan kita Lose / kalah, tidak boleh juga. Ataupun Lose Lose juga tidak baik, atau kita Win orang lain Lose tidak boleh juga karena akan tahan sebentar saja dan orang jadi tidak mau lagi.

Inilah konsep dalam Islam secara universal disebut dengan Akhlak. Walaupun secara spesifik ini analogi yang kurang pas. Namun ada banyak kesamaan. Misal : Respon yang baiklah, yang seharusnya kita lakukan atas setiap kejadian. Bisa dengan bentuk jangan gampang tersinggung ketika dihina orang lain karena yang pantas menilai kita hanyalah Allah. Belum tentu juga orang yang menghina kita lebih baik daripada kita dimata Allah.

Orang yang suka menghina orang lain dengan sesuka hati akan menanggung dosanya sendiri. Jadi, dilihat atau tidak dilihat oleh orang lain, sikap terbaik yang harus tetap kita tampilkan karena semata-mata kita beribadah dan mengharap ridha dari yang Mahakuasa.

Ciri terbaik orang yang berakhlak baik adalah selalu berani melihat dan mengevaluasi kekurangan diri sendiri, jujut, ikhlas, sopan, santun, tabah, amanah, pemberani, baik hati, hangat, serta selalu bersyukur atas setiap kejadian yang dihadapi. Oleh karena itu, jagalah ciri-ciri ini dalam diri kita selama-lamanya.

Bangunlah hubungan yang simbiosis mutualisma, Win Win Solution,  orang bahagia dan kitapun bahagia . . .

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: