Maaf


MAAF merupakan kata yang cukup singkat, hanya terdiri dari empat huruf. Namun empat huruf inilah yang sulit diminta dan bahkan sangat sulit untuk memberikannya. Walaupun sebenarnya memberikannya lebih terhormat  dari pada memintanya.

Allah SWT berfirman :

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Sungguh luar biasa bukan, kerna dengan kata inilah kedamaian dunia dan kehidupan akan terlahir, dan dengan ini pulalah kita hidup disini, karena Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, karena kalau bukan karena Ampunan dan Sayang Nya, maka tidaklah layak kita hidup di dunia ini. Kita penuh kesalahan dan dosa kepada Allah SWT

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah seseorang yang memaafkan kezhaliman orang lain kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan ia tidak akan dirugikan.” (HR Ahmad No – 6908)

“Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat.” (HR Ahmad No – 7122)

“Keutamaan yang paling utama adalah kamu menyambung orang yang telah memutusmu, kamu memberi orang yang tidak pernah memberimu dan mememaafkan orang yang mencelamu“. (HR Ahmad No – 15065)

Meminta maaf dan memberi maaf menjadi seperti dua sisi mata uang, keduanya saling berhubungan dengan kuat. Hubungan yang satukan dalam sebuah konsep “salamatus shadr” (kelapangan dada), lapang dalam meminta maaf dan sekaligus lapang dalam memberi maaf.

Ketika yang membuat salah terhadap diri kita adalah diri kita sendiri, maka ada kalanya diri tidak bisa memberikan maaf untuk diri kita sendiri. Dosa atau kesalahan yang terlampau besar kadang kala membuat diri menjadi tidak mau memaafkan diri sendiri, yang akhirnya membuat diri kita rendah diri, pesimistis, tanpa harapan. Atas permasalahan ini, maka langkah awalnya adalah kita harus menyadari bahwa Tuhan Maha Pengampun, maka Maafkanlah  diri sendiri.. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.  Dan hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.

Entah memberi  atau meminta maaf kepada diri sendiri ataupun juga kepada orng lain, maka yakinlah bahwa Hidup penuh maaf adalah jalan bagi kelapangan dan kedamaian jiwa. Dengan kata maaf inilah akan lahir kasih sayang, kepercayaan dan saling bekerjasama.

Jadilah orang yang pemaaf, justru jangan pernah menjadi orang yg selalu dimaafkan. Jadilah orang yang suka memberikan maaf dan memiliki luasnya kelapangan dada, karena dengan inilah kedamaian dan kebagahian akan bermula. Namun dipihak lain  jangan terlalu sering  untuk berbuat salah lalu  jangan pula terlalu berharap untuk  mendapatkan kata maaf.

Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan. Inilah seharusnya berjalan dan berlaku dalam kehidupan. Sehingga dunia menjadi damai dan tentram.

 

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: