Nasib Bensin Eceran (Pertamini)


Nasib Bensin Eceran (Pertamini) di beberapa kota mulai terjepit. Padahal secara faktual  baik Pertamina dan juga PErtamini mempunyai masing-masing kelebihan (baca juga di tulisan ini).

Warung Bensin Eceran (Pertamini) masih bebas jualan di Kab. HST dengan harga jual sekitar Rp. 5.500 - Rp. 6.500,

Warung Bensin Eceran (Pertamini) masih bebas jualan di Kab. HST dengan harga jual sekitar Rp. 5.500 – Rp. 6.500,

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2012  memuat Larangan membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jeriken, hal ini tentunya diikeluhkan para pedagang bensin eceran/ pemilik Pertamini. Pedagang eceran di pelosok sangat merasakan dampaknya. Apalagi, di kawasan yang jauh dengan SPBU, mereka mengaku kesulitan mendapatkan BBM.

Larangan ini semakin diperkuat dengan adanya kebijakan di beberapa Daerah di Indonesia, lebih khusus di Kalimantan Selatan tentang adanya larangan berjualan Bensin Eceran (Pertamini) oleh kepolisian, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Di beberapa Kabupaten di Kalimantan Selatan memiliki beberapa kebijakan berbeda, ada yang secara tegas melarang Bensin Eceran (Pertamini) disekitar SPBU – (ada juga yang memberi jarak sekitar 5 Km. dari SPBU) – seperti di Kab. Tapin, Kab. HSS.  Adapula yang tidak melarang (seperti di HST). Adapula yang malarang namun lebih longgar dengan ada bebera persyaratan (seperti kasus Kota Banjarmasin), yang mulanya melarang namun ada demo dan akhirnya nego di DPRD Kota Banjarmasin dengann hasil negosiasi  antara lain sbb :

  1. Pedagang bensin eceran tidak boleh menjamur di kanan dan kiri jalan, serta tidak berjualan di badan jalan agar terlalu nampak.
  2. Soal harga juga diatur, tidak boleh terlalu mahal dan kembali seperti harga saat masih normal. Jangan sampai ada pelangsir kedua – ketiga dst
  3. Pengautran waktu penjualan bensin eceran/ Pertamini
  4. Posisi pedagang berjualan tidak boleh terlalu dekat dengan SPBU, juga dilarang menjual solar.

Kebijakan tentang larangan pembelian BBM di SPBU yang akhirnya berbuntut pada  pelarangan Bensin Eceran (Pertamini) bukan tidak memiliki permasalahan, paling tidak kita bisa menemukan permasalahan sbb :

  1. SPBU tidak tersebar di setiap kecamatan, yang akhirnya sangat menyusahkan para pembeli.  Hal ini, diperparah dengan jauhnya jarak antarkecamatan dan desa.
  2. SPBU masih tidak bisa melayani masyarakat full 24 jam, sehingga dibeberapa kawasan yang tidak boleh bensin eceran (Pertamini) akan sulit mencarai BBM karena SPBU tutup kehabisan Bensin, sedangkan Eceran (Pertamini) juga tutup.
  3. Jualan Bensin Eceran (Pertamini) merupakan pendapatan harian pedagang  Eceran (Pertamini), sehingga dengan adanya larangan ini sangat membuat mereka kehilangan pendapatan, dan ini tentunya menjadi masalah besar, karena bagi mereka untung 20 ribu / hari sudahlah cukup untuk makan sekeluarga, dan itu mereka dapatkan dari Eceran (Pertamini).

Dia menambahkan, saat ini, izin pembelian skala besar yang dikeluarkan Diskoperindag, hanya untuk para usaha kecil menengah (UKM). Seperti, usaha kecil mikro, perikanan, pertanian dan fasilitas umum yang menggunakan mesin.

Warung Bensin Eceran (Pertamini) di Daerah Kandangan, Kab HSS yang dilarang jualan terpaksa tutup.

Warung Bensin Eceran (Pertamini) di Daerah Kandangan, Kab HSS yang dilarang jualan terpaksa tutup.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

4 responses to “Nasib Bensin Eceran (Pertamini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: