Harga 1000 Rupiah


Ni pengalaman saya ketika mengikuti sebuah Pelatihan, ketika itu pelatihannya dilaksanakan di Surabaya. Di awal-awal acara si trainer langsung bertanya ke peserta . . .

Adakah dari kalian yang memiliki uang 1000 rupiah dan ikhlash memberikannya kepada saya ? dari sekian banyak peserta yang ada, ada beberapa peserta yang mengacungkan uang 1000 rupiah nya, dan akhirnya si trainer mengambil salah satunya . . .

Dengan selembar uang kertas 1000 rupiah ini si Trainer kembali bertanya kepada peserta yang memberikannya, “bener nih pa Ikhlas ya ? ” dengan sedikit anggukan si bapak yang memberi pun sudah memberikan isyarat kalau ia sudah ikhlash”

Dengan adanya isyarat sebuah anggukan tadi si Trainer semakin mengangkat tangan kanannya sambil memegang 1000 rupiah, seraya tangan kirinya masuk kedalam saku celananya. . . .

Dengan tanpa canggung si trainer mengeluarkan korek api dari saku celananya  dan langsung membakar uang kertas 1000 rupiah tadi . . .

Tentu saja ini membuat para peserta terkejut dan terpana. Bahkan ada yang berteriak . . “kok dibakar pa . . .

Dan selanjutnya ada yang protes kalau itu tindakan yang tidak seharusnya, dan bahkan ada yang lebih keras memprotes kalau tindakan itu adalah tindakan yang mubazir, buang-buang uang tanpa ada mamfaat . . . Bahkan dia mengatakan kalau ini adalah tindakan bodoh . . .

Terus apa kata si trainer . . . “Kalau begitu, bodoh mana saya atau seorang perokok . . .Seorang perokok membakar uangnya dengan membakar rokok, bahkan isapannya terhadap rokok itu telah meracuni tubuh, jantung dan paru-parunya dan bahkan menyebarkan penyakit kepada orang disekitarnya yang menghisap asap rokoknya.

Inilah harga untuk uang kertas  1000 rupiah.

Harga akan sebuah kesadaran tentang Kehidupan.

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: