10 Alasan PLN Layak Diomelin


  1. Di Indonesia, salah satu yang diperbolehkan dimonopoli oleh Negara adalah Listrik, (dalam hal ini oleh PLN). Sudah barang pasti kalau masalah monopoli pasti tidak ada saingan, dan kalau tidak ada saingan, kebiasaannya semaunya . . . Inilah PLN, semaunya sendiri . . . Kapan mati . . kapan hidup . . . tanpa ada komunikasi ke masyarakat . . ini layak diomelin . .
  2. Sudah berjam-jam listrik mati, pekerjaan kantor jadi terganggu, kenyamanan sudah terusik, semuanya jadi kurang enak ketika listrik mati, seluruh alat elektronik menjadi tak berguna. . . Malah bukan berjam-jam lagi, di Kalimantan, khususnya di daerah pedalaman, bisa mencapai sepuluh jam lebih tanpa henti. . . belum lagi yang dihitung matinya secara sebentar-sebentar (biasanya di tengah malam) dan sekali lagi tanpa ada penberitahuan apa-apa . . . ini layak diomelin . .
  3. Berapa banyak alat elektronik yang rusak gara-gara listrik mati, trus selang beberapa menit, hidup lagi, tak lama kemudian mati lagi dan begitu berulang-ulang. Bagaimana orang tidak gusar dan kesel . . . . ini layak diomelin . .
  4.  Kalimantan mempunyai tambang batu bara yag luar biasa, ( yang puluhan tahun lagi hanya akan tersisa terjalnya jurang dan rusaknya lingkungan + plus banjir ketika musim penghujan) Batu baranya dibawa ke Jawa untuk mnghidupi listrik di Jawa dan kebutuhan perusahaan industry, sedangkan listrik di Kalimantan selalu padam karena kekurangan daya, coba piker . . . kenapa PLN tak bangun PLTU yang lebih besar aja dan pakai batu bara Kalimantan sendiri dan upayakan agar meminimalisir mati listrik (karena kalau mengupayakan tidak ada lagi pemadaman listrik, rasanya tak mungkin, karena masih ada gangguan2 teknis di luar jaungkauan). Masalah ini (PLN dan Batu Bara) layak diomelin .
  5.  Rakyat sudah bayar rekening listrik setiap bulannya, kalau tidak bayar atau terlambat maka bisa-bisa diputus. Kewajiban rakyat sebagai pelanggan PLN sudah tertunaikan, lalu bagaimana dengan Hak rakyat sebagai pelanggan sudah diterimakah oleh rakyat . . . apakah padamnya listrik adalah hak rakyat . . .? . . . ini layak diomelin
  6. Persuhaan Lilin Negara menjadi kepanjangan PLN yang sering kita dengar di masyarakat, saking banyaknya masyarakat menggunakan lilin ketika listrik padam . . . Fenomena ini memang berkembang dimasyarakat ketika listrik padam. Mulai dari lilin, lampu teplok, dan sekarang pakai jenset . . . semuanya menggantikan fungsi listrik dan PLN secara parsial. . . . ini layak diomelin
  7. Listrik padam juga sering terjadi tengah malam ketika masyarakat sedang nyenyak dalam tidurnya . . . dan banyak kejadian kebakaran yang juga disebabkan keteledoran dengan lilin atau api ketika listrik padam . . . ini layak diomelin
  8. Berapa ya keuntungan dari PLN . . . sebagai pelaku monopoli selayaknya punya keuntungan besar, selaku orang awam saya hanya melihatnya secara global aja, seharusnya dengan hak ini PLN bisa memberikan pelayanan yang terbaik, tapi tidak kenyataannya, . . . ini layak diomelin
  9. Karena pelayanan yang dianggap rendah, maka kalau dibolehkan ada pihak swasta yang mengelola listrik di Indonesia (artinya hak monopoli PLN tidak ada) maka kemungkinan besar banyak masyarakat yang akan berpindah jadi pelanggan pihak swasta . ..
  10.  Terserah anda . . . bisa menambah dengan sesukanya . . .

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: