Es Nyiur Tangkarau Dalam


 

Sehari biasanya menghabiskan 30-40 biji kelapa (Nyiur dalam bahasa banjar), dengan rata-rata 1 biji kelapa dapat menghasilkan 3 cangkis es, dengan harga 1 cangkir es nyiur adalah Rp, 3.000. Artinya sehari terjual sekitar 90-120 cangkir es nyiur dan ada pendapatan kotor sebesar Rp. 270.000 – Rp. 360.000. Lumayan banget ya . . . walaupun memang ini tergantung cuaca, kalau lagi musim hujan dan sepanjang harinya hujan tentunya pendapatan juga akan berkurang. Ya paling 10 biji kelapa juga sudah untung, Cuma sekitar 30 cangkir aja yang laku atau Rp. 90.000.

Inilah gambaran sedikit tentang hitungan-hitungan penjualan es nyiur di Tangakaru Dalam, Barabai yang datanya langsung saya dapatkan dari mas penjualnya. Kebanyakan penjual es nyiur dengan system tenda ini adalah para pendatang (biasanya orang jawa). Memang perjuangan untuk tetap eksis di tanah perantauan menjadikan orang kreatif dan trus berusaha untuk bisa maju dan berhasil, sehingga bisa membanggakan ketika waktunya pulang kampung ke daerah asal.

Pendapatan Rp. 90.000, atau Rp. 270.000 – Rp. 360.000 di atas, merupakan masih pendapatan kotor masih dikurangi biaya pengeluaran untuk membeli bahan (Nyiur, Es, Gula, Susu, Jeruk Nipis, kantong plastic/kresek , sedotan dll) serta biaya sewa tempat. (sewa tempat di Tangkarau ini sekitar Rp. 350.000 / bulan, padahal cuma bentuk tenda tenda tanpa ada dinding dll). Jadi paling tidak menurut perkiraan saya keuntungan bersih yang didapatkan adalah 1/3 – 1/4 dari pendapatan kotor. Kalau 1/3 maka pendapatannya berkisar : Rp.30.000, atau Rp. 90.000 – Rp. 120.000. Dan kalau 1/4  nya maka pendapatan bersihnya sekitar : Rp. 22.500, atau Rp. 67.500 – Rp. 90.000.

Lumayan kan kentungannya . . . itupun juga kalau tempatnya strategis, enak dan adem (kalau bisa di bawah pohon), harinya juga panas, tidak hujan, es dan nyiurnya enak dan pas, pelayanannya mantap. . . wah top markotop dah tu . . .

 

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: