Level 5 Leadership


Jim Collins dalam bukunya Good To Great menjelaskan posisi penting Kepemimpinan dan Pemimpin level 5,  pemimpin level  5 ini  tidak terlalu menunjukkan bahwa dia adalah seorang suksesor. Pemimpin level 5 merupakan perwujudan pribadi yang rendah pribadi dan kemauan profesional. Mereka ambisius tetapi ambisius pertama dan utama untuk perusahaan/organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi.

Sebenarnya dimanapun posisi kita berada, pasti tidak akan jauh dan terlepas dari  sebuah konsep kepemimpinan, di kantor tempat kita bekerja ada atasan kita, di masyarakat ada pengurus masyarakat, di Pemerintah ada Bupati/Walikota/Gubernur atau Presiden, di keluarga ada kepala keluarga dan malah pada diri kita sendiri ada kita sebuah seorang pemimpin yang juga mempunyai tanggung jawab, jadi dimanapun  kita  adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

Kita harus memiliki seni dalam memimpin, karena dalam sebuah kepemimpinan tentunya ada pemimpin (leader) dan pengikut (follower).  Sebaik-baik pemimpin adalah yang shabar dan sebaik-baiknya pengikut adalah yang taat. Nah . . . untuk mencapai organisasi/perusahaan yang sukses tentunya membutuhkan kepemiminan yang yang penuh seni dan  professional. Kepemimpinan menurut Jim Collins  memiliki beberapa level, dan level tertinggi adalah kepemimpinan dengan kapasitas “level 5”.

Hampir semua dari perusahaan yang berubah dari sekadar baik menjadi luar biasa dipimpin oleh pemimpin jenis ini. Hal utama yang membedakan mereka dengan pemimpin lain adalah, bahwa para pemimpin level 5 ini mempunyai karakter yang paradoks dalam hal kesederhanaan sebagai individu dan ambisi sebagai seorang professional. Pemimpin level 5 adalah orang yang rendah hati, tidak menonjolkan diri, dan banyak memberikan kredit atas kontribusi pihak lain. Namun di saat yang sama, dia juga mempunyai determinasi, kapasitas, dan ambisi yang kuat sebagai seorang professional.

Kepemimpinan seperti ini sebenarnya cukup banyak sejalan dengan apa yang ada dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan kepemimpinan yang  melayani, “Sayyidul Ummah Khadimuha” Pemimpin ummat adalah Pelayan Ummat. Pemimpin adalah pelayan, dia harus rendah hati, sederhana, egaliter, namun disisi yang lain Pemimpin ini juga harus memiliki ketegasan, kekuatan ambisi dan visi, kekuatan memikul beban (sabar), dan professional, maka sebenrnya ini semua sejalan dengan banyaknya  kata-kata tentang kepemimpinan di Al Qur’an yang disandingkan dengan kata “Qawiyyul Amin”, Kuat dan Amanah (integritas dan professional).

Level 5
Ini adalah level teringgi dari sebuah kepemimpinan. Dimana modal dasar dari level 5 ini adalah trust dan respect. Artinya orang sudah percaya terhadap kepemimpinan ini. Orang yang mempunyai kepemimpinan level 5 ini sangatlah kharismatik dan memperjuangkan sebuah nilai-nilai yang fundamental. Permintaan biasa saja dari orang yang mempunyai kepemimpinan level 5 ini akan diikuti oleh para pengikutnya,karena ia telah menjadi tokoh dan telah menjadi sosok yang ideal.  Contoh yang bisa sampai level 5 adalah Rasulullah SAW.

Level 4
Ini adalah level ke 2 tertinggi. Biasanya kepemimpinan di level ini akibat gagal menjadi pemimpin di level 5. Modal dasar dari kepemimpinan ini adalah rasional (masuk akal). Ada hubungan sebab akibat disana, artinya pengikutnya mau mengikuti permintaan pemimpin pada level ini karena masuk dalam logika. “Jika mau tujuan tercapai maka harus melakukanini, ini dan itu” selama ini,ini dan itunya masuk akal dan diterima oleh akal sehat, maka pengikutnya akan senantiasa mejalankan permintaanya. Jika tidak maka permintaanya akan ditolak.

Level 3
Level ini terjadi karena gagal di level 5 dan 4. Modal dasar dari kepemimpinan pada level ini adalah reward (imbalan/hadiah), artinya para pengikutnya mau menuruti permintaan dari pemimpinya selama ada hadiah atau rewardnya. Selama ada imbalan yang diberikan untuk melakukan sesuatu. Jika imbalannya hilang,maka hilang juga keinginan untuk menjalankan permintaan dari pemimpin pada level 3 ini.

Level 2
Level ini terjadi akibat gagal  di level 3 level sebelumya. Modal dasar dari level kepemimpinan ini adalah punishment (hukuman) artinya pengikutnya mau menuruti permintaan dari pemimpinnya karena khawatir akan hukuman yang akan diterimanya.

Level 1
Level ini terjadi akibat gagal di seluruh level sebelumnya. Modal dasar dari level kepemimpinan ini adalah compulsion (paksaan).

 Jim Collins menuliskan tentang level kepemimpinan ini sebagai berikut :

Makes productive contributions through talent, knowledge, skills, and good work habits Highly Capable Individual – Level 1

Contributes to the achievement of group objectives; works

effectively with others in a group setting

Contributing Team Member – Level 2

 

Organizes people and resources toward the effective and

efficient pursuit of predetermined objectives

Competent Manager – Level 3

 

Catalyzes commitment to and vigorous pursuit of a clear and

compelling vision; stimulates the group to high performance

standards

Effective Leader – Level 4

 

Builds enduring greatness through a paradoxical combination

of personal humility plus professional will

Level 5 Executive

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Makes productive contributions through talent, knowledge,

skills, and good work habits

Highly Capable Individual – Level 1

 

Contributes to the achievement of group objectives; works

effectively with others in a group setting

Contributing Team Member – Level 2

 

Organizes people and resources toward the effective and

efficient pursuit of predetermined objectives

Competent Manager – Level 3

 

Catalyzes commitment to and vigorous pursuit of a clear and

compelling vision; stimulates the group to high performance

standards

Effective Leader – Level 4

 

Builds enduring greatness through a paradoxical combination

of personal humility plus professional will

Level 5 Executive

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: