Bagai Pagar Makan Tanaman


Mungkin kita sudah tahu dan mengerti arti dari peribahasa  Bagai pagar makan tanaman, karena mungkin juga dulu pernah mendengar lagu dengan judul seperti itu. Peribahasa ini paling tidak memiliki arti seperti ini :  yang disuruh menjaga / mengawasi justru mengambil barang yang dijaga / diawasinya itu.

Belakangan ini sangat banyak bukti langsung dan reil tentang arti peribahasa ini di masyarakat kita, saya mencontohkan ini bukan untuk menyebarkan kejelekan, namun paling tidak kita  mengambil pelajaran tentang sudah rusaknya tatanan moral masyarakat kita. Kerusakan ini misalnya :

Seorang Guru Perkosa Muridnya

Seorang guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Rejoso, di Nganjuk, Jawa Timur tega memperkosa muridnya sendiri yang masih duduk di bangku kelas dua. Saat digelandang ke Mapolres Nganjuk, tersangka yang diketahui bernama Rianto (35), hanya bisa pasrah sambil menunduk malu.

Perbuatan tersebut dilakukan tersangka dengan modus memberi les kesenian pada muridnya setelah pulang dari sekolah. Kepada murid yang menjadi sasaran, tersangka memberi perintah untuk datang lebih awal (20/3/2012).

Ayah Memperkosa Anaknya

Sebut saja Mawar (15) warga Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan, Bitung, telah hamil lima bulan setelah diperkosa ayah kandungnya, Ameal Mangaha alias Alex (40) sebanyak sepuluh kali. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian diketahui, pelaku melancarkan aksi pertama kali pada bulan Juli 2010 di kebun, dengan cara memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya orang dewasa.

Pelaku sendiri tertangkap saat sedang santai di kawasan Desa Tamban Raya pada Kamis (14/6) sekitar pukul 23.00 wita, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan sedikit pun

Teman Membunuh Teman

Kejadian pembunuhan antar teman sendiri itu terjadi sekitar pukul 21.00 wita di Desa Tamban Raya Batola di dalam sebuah rumah milik warga di kawasan Desa Tamban Raya itu.

Pelaku yang berinisial MA alias Otoi (27) warga jalan Desa Tamban Raya Kecamatan Mekarsari Kabupaten Batola telah menghabisi nyawa temannya sendiri bernama Muhammad Abduh (29) warga Desa Gambah Dalam Kecamatan Kandangan.

Memperkosa Istri Teman

Gara-gara memperkosa istri temannya dalam keadaan mabuk, Enuh Usmana,35, dan Dani Kusnadi,24, warga Kampung Pasekon, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, terpaksa mendekam di tahanan Polsek Sukaraja, karena dilaporkan suami korban.

Menurut keterangan kedua tersangka, kejadian tersebut berlangsung pekan lalu. Saat itu, kedua tersangka bersama delapan rekannya menggelar acara makan nasi liwet sekaligus minum-minuman keras di rumah tersangka Dani. (November 2008)

Orang Tua Membunuh Anaknya

Pasangan suami istri ini sudah tidak tahan lagi dengan kelakukan anak kandung mereka yang mengidap penyakit kurang ingatan. Keduanya pun dengan tega menyuruh orang lain untuk membunuh darah dagingnya sendiri, Andarias Salti (27).

“Kejadiannya seminggu yang lalu. Kasusnya penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres Kolaka, Sulawesi Tenggara, AKBP Rachmad Pamuji, saat dihubungi detikcom, Senin (25/6/2012).

Rachmad menceritakan kasus ini terbongkar karena ada seorang saksi yang melihat ada dua orang dengan membawa senjata tajam meninggalkan rumah korban di Desa Palambua, Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dari situ, polisi melakukan pendalaman.

Suami Membunuh Istri

Seorang kakek berusia 79 tahun di Inggris, tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, dan memakan dagingnya. Atas perbuatannya, Jieming Liu dicokok oleh kepolisian di apartemennya yang terletak di Kota Shrewsbury, Massachusetts, New England, Inggris, dan kini menghadapi persidangan.

Menurut polisi, istrinya, Yuee Zhou (73), ditemukan di kamar tidur belakang rumah terbaring dalam genangan darah, dengan luka parah pada lengannya, di hari Kamis, sekitar pukul 4.30 pagi waktu setempat. (April 2012)

——————–

Kejadian2 di atas hanya merupakan contoh dan hanya sebagian kecil dari sekian banyaknya kejadian yang hampir sama modusnya di masyarakat.

Berhati-hatilah . . . Karena Pagar Bisa Makan Tanaman

About aviv

Pemerhati Sosial Politik Keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhammad Afif Bizri, SHI, SH, M.Hum, lahir di Kandangan pada 12 Oktober 1981. Kuliah S1 dan S2 di Malang, Jawa Timur. Semasa Mahasiswa sempat aktif di LDK, SKI, Bem, Senat, Paham, KAMMI. Sekarang menjadi Abdi Negara dan Masyarakat di Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berdomisili di Hulu Sungai Tengah, Kal Sel menikah dengan seorang akhwat bernama Mahmudach, S.ST. Bersama sama merajut tali kehidupan menuju Ridha Ilahy. Sekrang sudah dikarunia 3 orang anak, Muhammad Faiz Al Fatih, Muhammad Aqsha Ash Shiddiq dan Muhammad Thoriq Az Ziyad Lihat semua pos milik aviv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: